Feature: Membaca yang Terlupakan di MAN Kendal

Di sudut perpustakaan yang sunyi, seorang siswa duduk termenung di antara rak buku yang berdebu. Ia membuka halaman demi halaman novel yang jarang disentuh teman-temannya. Di MAN Kendal, membaca bukan lagi kebiasaan, melainkan kenangan yang perlahan memudar.

MAN Kendal, salah satu madrasah negeri di Jawa Tengah, memiliki potensi besar dalam membentuk generasi berliterasi unggul. Namun, kenyataan menunjukkan tidak seperti itu. Perpustakaan yang sepi, minim kegiatan literasi, dan maraknya siswa-siswa bermain hp menjadi potret suram budaya membaca di kalangan siswa.

Menurut hasil observasi dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia, hanya sebagian kecil siswa yang aktif membaca buku di luar pelajaran. Kegiatan seperti resensi buku, pojok baca, atau lomba menulis belum menjadi tradisi. Bahkan, beberapa siswa mengaku belum pernah meminjam buku dari perpustakaan selama bersekolah.

Bu Karyatiningsih, guru Bahasa Indonesia di MAN Kendal, mengaku bahwa anak didiknya lebih sering sering scroll dan bermain game daripada membaca. “Memang, minat baca siswa-siswa saat ini masih sangat rendah,” ujarnya. Beliau juga resah, Padahal pihak sekolah sendiri sudah menyediakan tempat nyaman untuk menunjang kegiatan literasi, seperti adanya perpustakaan sekolah. “Padahal sekolah selalu memperbaiki dan upgrade perpustakaan sekolah agar senyaman mungkin dan membuat anak-anak tertarik untuk berkunjung, tapi kenyataannya masih minim minat baca siswa-siswa saat ini.”

Meski krisis literasi melanda, tentunya harapan belum padam. Beberapa guru di MAN Kendal mulai mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran, seperti membuat jurnal reflektif dan membaca cerpen lokal. Seringkali juga pembelajaran dilaksanakan di perpustakaan sekolah tidak selalu di dalam ruang kelas, dan bahkan renovasi atau mungkin lebih tepatnya upgrade perpustakaan selalu dilakukan oleh pihak sekolah, entah mulai dari bangunan itu sendiri, fasilitas, atau bahkan system-sistem yang dipakai semakin canggih karena berkerjasama dengan perpustakaan daerah Kendal juga.

Di tengah tantangan zaman, membaca bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan jalan menuju pemahaman diri dan dunia. MAN Kendal mungkin belum sepenuhnya pulih, tapi langkah-langkah kecil menuju budaya literasi sedang ditapaki dengan harapan, dengan kata, dan dengan keberanian untuk berubah.

Nama: Afid Alfian Azzuhuri

NIM: 2502020007

Rombel: PBSI 2025 R1

Mata Kuliah: Dasar-Dasar Sintaksis

Dosen Pengampu: Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd.