Menjadi mahasiswa baru di era masa perkuliahan bukan hanya tentang belajar lebih mendalam namun juga harus bisa menempatkan dan menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Sebagian mahasiswa menganggap masa perkuliahan adalah masa-masa kebebasan, namun mayoritas mahasiswa baru akan mengalami kerinduan berat karena jauh dari rumah. Lalu, munculah Istilah homesick bagi mahasiswa baru. Istilah ini merujuk pada kerinduan terhadap rumah atau lingkungan tempat tinggal asal. Dari banyaknya penelitian yang ada, menyatakan bahwa sebagian besar mahasiswa baru mengalami homesickness, data tersebut menunjukkan bahwapermasalahan ini melibatkan banyak mahasiswa baru yang mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan perkuliahan. Meskipun terkadang hal ini tidak terlalu dihiraukan, namun dampak homesick dapat menyerang mental bahkan fisik.
Ketika perasaan tersebut bercampur menjadi satu, akan menyebabkan kesepian, kehilangan semangat, mudah menangis, dan bahkan akan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Tentunya hal tersebut dapat berakibat pada kesehatan mental maupun fisik, ketika kita tidak dapat keluar dari zona adaptasi dan terjebak di dalamnya.
Namun jangan khawatir, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penting bagi mahasiswa mencari tahu bagaimana perasaan tersebut dapat teratasi. Nah, berikut beberapa Solusi bagi mahasiswa baru untuk mengatasi homesick atau perasaan rindu rumah:
- Memahami Apa Itu Homesick Pada Mahasiswa Baru
Penting untuk menyadari bahwa homesick merupakan bagian alami dari proses adaptasi. Dengan begitu, kita akan lebih tenang dan tidak panik saat gejala seperti sulit tidur, hilang nafsu makan, hingga rasa cemas muncul di awal masa kuliah.
- Menjaga Komunikasi Dengan Keluarga
Komunikasi rutin dengan keluarga atau orang rumah tentunya akan membantu mengurangi rasa rindu dan kesepian. Namun terlalu sering melakukan komunikasi akan meningkatkan perasaan kehilangan, maka sebaiknya lakukan komunikasi secukupnya, seperti satu kali sehari atau tiga kali seminggu. Cukup lakukan komunikasi rutin dengan orang rumah dengan mengimbangi komunikasi pada lingkungan baru.
- Bangun Rutinitas Harian
Menjalani hari dengan kegiatan yang sudah direncanakan akan membuat hari terasa lebih teratur. Hal itu juga dapat menjadi solusi bagi mahasiswa baru untuk mengalihkan pikiran dari rasa rindu, seperti membuat jadwal kegiatan positif. Tentunya jadwal harus dibuat dengan seimbang antara belajar, hiburan, serta istirahat.
- Mengikuti Atau Membangun Lingkungan Baru Dengan Orang Baru
Membangun relasi pertemanan dari mulai lingkaran kecil seperti teman kos dan menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan diluar maupun didalam kampus untuk menambah pertemanan. Bersosialisasi dengan banyak teman akan mengikis rasa kesepian yang sebelumnya hadir, dengan itu kita dapat perlahan menerima lingkungan baru.
- Menciptakan Rumah Kedua
Yang dimaksud adalah mencoba menciptakan kembali hal-hal yang sekiranya tidak bisa digantikan di rumah. Contohnya seperti mengubah tatanan kos menjadi seperti kamar di rumah, mendekorasi kamar kos agar nyaman saat ditempati, langkah terakhir dalam menciptakan rumah kedua adalah menerima dan membuka diri untuk segala hal-hal baru yang ada.
- Mindset Positif
Terkadang perasaan gelisah di lingkungan baru yang berkelanjutan berawal dari pikiran negatif yang tidak diperlukan. Maka dari itu penting bagi kita untuk menyingkirkan pikiran negatif dan mulai dari membangun pikiran pikiran positif. Selain itu, kita harus mulai membangun motivasi utama bagi mahasiswa baru di perkuliahan, tujuan apa yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa, dan target apa yang ingin kita capai sebagai mahasiswa agar kita selalu berada di jalur yang seharusnya.
- Mencari Dukungan Profesional
Jika sudah ditahap mengganggu seperti sulit tidur, sulit makan, gelisah yang berkepanjangan, dan hal yang menghawatirkan lainnya, sebaiknya dapat berkonsultasi kepada pihak profesional seperti layanan konseling kampus atau bahkan psikiater.
Tentunya hal-hal tersebut dapat kita praktikkan ketika diri kita juga mempunyai motivasi yang besar dalam berubah dan keluar dari keterpurukan. Ingatlah bahwa perasaan ini biasanya berlangsung selama 1-2 bulan, jadi jangan merasa bahwa masa perkuliahan adalah hal menakutkan. Dunia akan terus berputar, kehidupan akan terus berjalan, maka sepatutnya kita yang harus melangkah maju. Berikanlah waktu kepada diri kita, bersabarlah dan pada akhirnya kita akan menemukan kenyamanan baru yang menemani perjalanan sebagai mahasiswa.
Oleh: Tri Alizha Puspita Jaya