Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali dengan inovasinya sebagai kampus konservasi. Setelah berbagai langkah ramah lingkungan dilakukan untuk menjaga kehijauan lingkungan kampus, kini UNNES menghadirkan terobosan baru yaitu Shuttle Bus listrik yang mulai beroperasi di kawasan kampus.
Bus listrik ini bukan cuma jadi alat transportasi praktis, tetapi juga simbol nyata komitmen UNNES sebagai kampus konservasi yang mengedepankan teknologi ramah lingkungan. Kehadiran Shuttle Bus bukan hanya memudahkan mahasiswa saja, tetapi juga memudahkan dosen dan tenaga kerja untuk berpindah dari satu gedung ke gedung yang lain tanpa harus naik kendaraan pribadi. Mengingat area kampus yang sangat luas, bus ini menjadi solusi untuk semua kalangan yang kelelahan apabila berjalan kaki.
Banyak mahasiswa menyambut positif kehadiran bus listrik ini. Berdasarkan wawancara dengan salah satu mahasiswa UNNES, mereka mengakui tentang kenyamanan yang dirasakan saat naik bus listrik ini. “Naiknya nyaman banget, adem, dan nggak bising. Rasanya kayak naik bus modern di kota, tapi ini di dalam kampus sendiri,” ujat salah satu mahasiswa.
Suasana di dalam bus pun terasa berbeda, suara deru mesin yang tidak terlalu keras membuat perjalanan jadi lebih tenang. Kadang hanya terdengar obrolan ringan ayau tawa penumpang yang menikmati perjalanan singkat mereka. Bus listrik ini juga hadir dengan armada yang cukup banyak dan kapasitas yang cukup besar sehingga benar-benar membantu mobilitas di sekitar kampus.
Langkah UNNES ini sejalan dengan visi green campus. Sebagai kampus konservasi, UNNES punya sembilan pilar konservasi termasuk di dalamnya ada energi, air, keanekaragaman hayati, dan transportasi ramah lingkungan. Kehadiran Shuttle Bus listrik membuktikan bahwa semangat konservasi di UNNES bukan hanya sekedar slogan, tetapi juga dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya mahasiswa, para dosen dan pegawai juga ikut merasakan manfaatnya. Mereka yang biasanya harus mengendarai motor atau mobil pribadi hanya untuk berpindah lokasi di sekitar kampus, kini bisa memanfaatkan bus listrik yang lebih praktis dan efisien. Selain menghemat bahan bakar, keberadaan bus listrik ini juga membantu mengurangi emisi karbon di area kampus.
Pada akhirnya, lewat teknologi ramah lingkungan ini UNNES ingin menyampaikan pesan penting bahwa menjaga lingkungan hidup bisa dimulai dari hal yang paling sederhana. Seperti memilih kendaraan listrik, dengan begitu seluruh warga kampus diajak untuk ikut berperan dalam gaya hidup yang ramah lingkungan.
Selama ini, komitmen UNNES terhadap konservasi memang sudah diakui secara luas. Penghargaan juga telah diraih atas upaya menjaga lingkungan kampus yang hijau dan nyaman. Kini, dengan hadirnya Shuttle Bus listrik, citra UNNES sebagai kanpus konservasi semakin kuat dan nyata. Harapannya, inovasi ini bisa jadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk ikut berbuat hal serupa demi bumi yang lebih baik.
Nama: Riefadia Elchi Chiquita Dewi
Nim: 2502020037
Rombel: 2 (dua)