
Klaten, 6 Januari 2026 – Tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program GIAT 14 bersama Dosen Pendamping Lapangan, Ibu Septina Sulistyaningrum, S.Pd., M.Pd., melakukan kegiatan pendampingan UMKM di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dukuh Muludan dan dipaparkan dalam acara pemaparan yang dirangkai dengan rapat rutin PKK desa.

Pembuatan keripik pak gono

Pembuatan Keripik arifa snacks
Pelaksanaan kegiatan sebelumnya diawali oleh mahasiswa KKN GIAT 14 dengan berkoordinasi bersama perangkat Desa Brangkal untuk mencari UMKM yang membutuhkan pendampingan, kemudian dilanjuti dengan menghubungi pelaku usaha lewat aplikasi Whatsapp.
Pendampingan dilakukan dengan pendataan dan observasi lapangan terhadap dua pelaku usaha setempat, UMKM Keripik Cumi Arifah yang dikelola oleh Pak Darmanto dan UMKM Aneka Kripik Pak Gono. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap proses produksi, bahan baku, kemasan, hingga pemasaran yang dijalankan oleh masing-masing pelaku usaha.
Berdasarkan hasil pengamatan, mahasiswa menyusun rangkaian kegiatan yang difokuskan pada tiga bagian, meliputi penguatan identitas produk berupa branding, pemanfaatan pemasaran digital, serta penataan administrasi dan legalitas hukum dagang. Hasil tersebut kemudian dipaparkan dalam rapat PKK Desa Brangkal yang digelar di Balai Desa Brangkal.
Pada sesi pertama, mahasiswa memaparkan rancangan identitas produk yang terdiri dari logo, label kemasan, serta slogan produk (tagline) dan saran penyesuaian tampilan kemasan yang diadaptasi dengan karakter masing-masing produk UMKM. Pemaparan ini ditujukan sebagai model bagi pelaku usaha dalam menerapkan identitas produk yang lebih terstruktur dan kokoh.


Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan tentang pengelolaan media sosial berupa Facebook dan Instagram serta pemanfaatan marketplace sebagai sarana promosi produk. Mahasiswa ikut mendampingi penyediaan akun sekaligus memberikan gambaran pembuatan konten sederhana yang dapat dipakai dalam kegiatan pemasaran secara digital.
Di sesi terakhir, mahasiswa menyampaikan informasi terkait tahapan pengurusan dokumen legalitas usaha seperti Nomor Izin Berusaha (NIB) melalui sistem OSS RBA, prosedur pendaftaran Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), serta pendaftaran sertifikasi halal bagi produk pangan skala UMKM.
Kegiatan pendampingan UMKM yang digelar mahasiswa UNNES GIAT 14 di Desa Brangkal menjadi bagian dari rangkaian program kerja yang dilaksanakan selama masa KKN berlangsung. Pemaparan yang dilaksanakan bersamaan dengan acara rapat PKK Desa Brangkal tersebut menjadi wadah penyampaian hasil yang telah dilakukan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta PKK yang hadir. Hasil pendampingan yang sudah disampaikan dinilai memberikan acuan bagi pelaku UMKM dalam menata pengelolaan produk, pemasarn, hingga administrasi usaha.
Pendampingan UMKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, Diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih tertata dan mapan ke depan.