oleh Adillialayin Natus Shyva
Saya berasal dari Sanggau, Kalimantan Barat. Bagi saya, Bumi Daranante bukan hanya sebuah bukit biasa, tetapi sudah seperti tempat berlindung ketika saya merasa lelah atau ingin merenungkan diri. Setiap kali saya mengunjungi tempat itu, saya merasa begitu nyaman dan sulit untuk mengungkapkannya dengan kata-kata. Saya bisa merasakan suasana yang nyaman tanpa terganggu dan merasa lebih relaks daripada biasanya. Bagi saya, tempat ini memiliki makna yang lebih dari sekadar tempat untuk dikunjungi. Ada banyak kenangan kecil yang terbentuk di sana. Semua hal itu membuat Bumi Daranante menjadi tempat yang sangat istimewa bagi saya.
Lokasi Bumi Daranante terletak cukup dekat dengan rumah saya, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di situ. Hal ini membuat saya selalu bersemangat untuk pergi ke tempat itu. Biasanya saya pergi ke tempat tertentu bersama kakak sepupu saya, dan dia juga menyukai suasana alam seperti saya. Kami sering berangkat dengan santai tanpa terburu-buru. Perjalanan singkat itu biasanya kami habiskan dengan bercerita dan tertawa ringan. Walaupun singkat, perjalanan itu tetap terasa menyenangkan. Momen-momen saat perjalanan terasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman saya.
Sering kali, saya juga pergi ke tempat itu dengan menggunakan sepeda. Meski jalannya agak melelahkan karena menanjak, saya tetap merasa senang. Rasanya lelah itu terbayar sudah ketika sampai di puncak bukit. Apalagi ketika saya bisa melihat pemandangan yang indah dari atas. Ada perasaan senang tersendiri karena berhasil sampai ke puncak dengan usaha sendiri. Momen seperti itu membuat saya merasa lebih menghargai setiap langkah yang dilalui. Saya mulai lebih menikmati setiap perjalanan yang saya lakukan.
Kami biasanya berangkat pada jam 5 sore karena waktu itu terasa paling tepat. Cuaca sudah tidak terlalu panas lagi dan suasana mulai terasa lebih sejuk. Tujuan utama kami memang menikmati pemandangan matahari terbenam. Setiap kali mendekati saat berangkat, saya selalu merasa senang dan bersemangat. Meski sudah banyak kali pergi ke tempat itu, rasanya tetap saja tidak pernah membosankan. Ada perasaan gembira yang selalu datang setiap kali mau pergi. Hal itu membuat saya selalu ingin kembali ke tempat itu.
Perjalanan naik ke atas bukit selalu menjadi bagian yang saya rasakan penuh kepuasan. Jalan itu agak naik, tapi masih bisa ditempuh dengan mudah. Saya melihat pohon-pohon hijau sepanjang jalan, yang membuat suasana terasa sejuk dan nyaman. Terkadang ada angin yang lembut menghembus, membuat perjalanan lebih nyaman. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Saya tidak merasa terburu-buru untuk sampai ke atas. Saya lebih memilih menikmati setiap prosesnya.
Sesampainya di atas, pemandangan yang terlihat benar-benar indah dan membuat tenang. Dari Bumi Daranante, saya bisa melihat hampir seluruh kota Sanggau dari atas. Rumah-rumah terlihat kecil dan jalan-jalan terlihat seperti garis panjang. Pemandangan itu selalu membuat saya merasa kagum. Saya juga sering merasa lebih rileks saat melihat pemandangan yang luas dari atas. Rasanya seperti semua masalah menjadi lebih kecil. Saya selalu merasa bersyukur dan menikmati momen tersebut dengan hati yang penuh rasa berterima kasih.
Pada siang hari, tempat ini sering dihiasi oleh banyak pengunjung. Banyak orang datang sambil jogging atau hanya jalan-jalan santai saja. Suasana di sana terasa hidup, tetapi tidak sampai mengganggu rasa nyaman. Saya pernah ikut berjoging bersama kakak sepupu saya. Meskipun tidak terlalu sering, momen tersebut tetap membuat kenangan yang menyenangkan. Melihat orang-orang bergerak dan beraktivitas membuat suasana terasa lebih hangat dan hidup. Tempat ini seperti ruang bersama yang menyenangkan.
Di sekitar daerah itu juga ada beberapa pedagang yang berkeliling. Mereka menjual berbagai camilan seperti siomay, batagor, dan telur gulung. Kehadiran mereka membuat suasana jadi lebih hidup dan terasa hangat. Saya sering tergiur membeli makanan setelah lelah berjalan kaki. Apalagi aromanya cukup menggugah selera. Hal ini membuat pengalaman di sana terasa lebih menyeluruh. Tidak hanya menyenangkan melihat pemandangan, tetapi juga menyenangkan mencicipi makanan.
Dari semua makanan yang dijual, saya paling senang makan telur gulung. Rasanya enak dan harganya juga terjangkau. Saya biasanya membeli telur gulung lalu duduk berlama-lama bersama kakak sepupu saya. Kami makan sambil menikmati pemandangan yang ada di sekitar. Momen sederhana seperti itu justru terasa sangat menyenangkan. Kami juga sering mengobrol sambil menikmati suasana. Hal-hal kecil seperti itu yang membuat saya merasa senang.
Saat matahari mulai terbenam, langit perlahan berubah menjadi warna oranye yang indah. Pemandangan matahari terbenam di Bumi Daranante selalu membuat saya terkesan. Cahaya matahari perlahan pudar, menciptakan suasana yang hangat. Saya sering hanya diam menikmati momen tersebut. Rasanya seperti waktu berjalan lebih perlahan daripada biasanya. Momen itu terasa sangat berharga bagi saya. Saya selalu menunggu saat-saat seperti ini.
Tidak hanya saat sore hari, saya kadang juga datang ke sana pada malam hari. Tujuan utamanya adalah melihat cahaya kota dari atas bukit. Lampu-lampu kota terlihat sangat indah dari kejauhan. Suasana malam hari terasa lebih damai daripada siang hari. Saya biasanya hanya duduk sambil menikmati pemandangan itu. Saya hanyalah melihat keindahannya saja. Namun, justru di situlah letak ketenangannya.
Bagi saya, Bumi Daranante bukan hanya tempat untuk berwisata. Tempat ini sudah jadi bagian dari kenangan hidup saya. Banyak hal kecil yang saya alami di sana. Mulai dari bersepeda, lari pagi, sampai duduk tenang sambil makan. Semua itu memiliki arti tersendiri bagi saya. Setiap kali saya merasa capai, tempat ini selalu muncul di benak saya. Bumi Daranante akan tetap menjadi tempat yang istimewa dalam kehidupan saya.