Oleh Annabel Putri Ivana
Pinusia Park yang ada di Ungaran kini telah menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Kabupaten Semarang yang memiliki konsep hutan pinus estetik. Tempat ini berlokasi di Kalianyar, Kalirejo, Pinusia, dan memiliki suasana yang berbeda dengan kehidupan di tengah kota; mulai dari suhu udaranya yang sejuk dikelilingi banyaknya pohon pinus yang menjulang tinggi, menciptakan suasana syahdu yang diselimuti oleh kabut tipis.
Pada suatu pagi hari, saya dan teman-teman memutuskan untuk mengambil sedikit waktu untuk bermain bersama. Setelah kami berkumpul, kami berencana untuk mengisi perut sebelum berpergian. Setelah kami merasa cukup kenyang, kami berdiskusi ke mana destinasi yang akan dituju untuk kabur sejenak dari kebisingan di tengah Kota Semarang.
Karena akses transportasi kami yang terbatas, akhirnya kami memutuskan untuk mencari yang dekat tetapi memiliki vibes yang syahdu dan tenang, tetapi masih memiliki banyak aktivitas untuk dimainkan bersama-sama.
Pada akhirnya, kami memilih Pinusia sebagai tujuan untuk bermain. Alasan lain adalah karena memang kami semua belum pernah berkunjung ke Pinusia dan memakai kesempatan berkumpul ini untuk merasakan destinasi wisata yang cukup populer ini. Kami menuju Pinusia menggunakan motor dan berbonceng bersama. Dengan perasaan yang senang, saya pergi bersama teman-teman dan juga teman-teman saya yang senang dengan tujuan yang akan kami datangi. Kami bercanda tawa di sepanjang perjalanan. Suasana hati kami yang sangat bahagia membuat kami tertawa di sepanjang perjalanan. Tidak terasa 30 menit perjalanan terlampaui. Kami dengan cepat sampai di Pinusia.
Setelah sampai, di pintu masuk ada pengarahan untuk membayar tiket masuk, yaitu Rp 15.000 per orang. Lalu, kami diarahkan untuk menuju tempat parkir motor yang berada tidak terlalu jauh dari pintu masuk. Kami memutuskan untuk masuk ke dalam hutan pinus terlebih dahulu, sembari menghilangkan penat setelah berkendara. Kami masuk dan disambut dengan pemandangan hutan pinus yang berdiri mengelilingi kami. Kami merasakan hembusan angin dari sekitar hutan yang membuat kami bisa merasakan aroma dari pohon pinus.
Kami memutuskan untuk berjalan-jalan dan mencari pilihan aktivitas yang bisa dilakukan bersama. Saya dan dua orang teman saya melihat ada aktivitas berkuda. Saya mengajak mereka untuk berkuda. Kegiatan ini mengingatkan kami pada kenangan semasa kecil, saat kami berkuda dengan keluarga kami. Tiga teman saya yang lain memutuskan untuk pergi ke kafe yang ada di daerah di bawah hutan.
Saya dan dua teman saya mengantre untuk giliran kami menaiki kuda. Giliran kami untuk memilih. Saya memilih kuda yang tidak terlalu tinggi, sedangkan teman saya memilih kuda yang cukup tinggi dan besar. Saya cukup takut dengan ketinggian, maka dari itu saya memilih kuda yang menurut saya tidak akan membuat saya takut. Berbeda dengan dua teman saya yang memang cukup berani dalam melakukan aktivitas yang cukup menantang diri mereka. Kami berkuda ditemani oleh Bapak penjaga kuda karena kami belum cukup berpengalaman untuk berkeliling sendiri, juga untuk menjaga keselamatan para wisatawan. Sekitar 3 putaran dalam hutan kami lakukan dengan kuda. Saya merasa cukup emosional pada saat menaiki kuda, mengingatkan betapa kecilnya saya dulu pada saat berkuda bersama orang tua saya. Sekarang saya berkuda sendiri dengan teman-teman saya.
Tidak terasa, langit siang hari berubah menjadi senja. Setelah kami selesai berkuda, kami memutuskan untuk bertemu di Café Pinusia.
Suasana yang ramai tetapi tidak berisik sangat membuat kami merasa nyaman untuk bersantai sejenak dan bercerita tentang kehidupan kami. Diiringi dengan lantunan musik dan pemandangan bukit-bukit dan hutan yang bisa kami lihat dengan jelas. Banyak keluarga yang sedang tertawa, entah mereka hanya tertawa bahagia atau sedang bercanda dengan anggota keluarganya. Saya merasa bahagia.
Saya mengamati sekeliling hutan. Sekali lagi saya kagum dengan alam. Ternyata alam akan memberikan keindahannya jika kita merawatnya. Dari pemandangan, suasana, langit semuanya indah pada saat yang bersamaan. Hari ini benar-benar membuat saya seperti sedang kabur dari semua pikiran berisik yang saya rasakan saat berada di kota.
Rintik hujan mulai turun, tetapi saya dan teman-teman saya merasa berat untuk berdiri dari tempat duduk kami. Akhirnya kami membiarkan air yang jatuh dari langit membasahi diri kami. Untungnya hujan tidak menjadi deras, jadi kami tidak terlalu basah. Setelah merasa bosan, kami memutuskan untuk kembali berjalan untuk melihat apakah kami harus melakukan sesuatu atau haruskah kami pulang.
Tidak lupa kami mengambil beberapa gambar sebagai kenangan untuk diingat. Karena mungkin kami akan jarang bertemu, mengingat kami yang sudah lulus dan melanjutkan ke jenjang yang berbeda-beda. Saya senang karena pada kesempatan ini setidaknya saya bisa bertemu teman-teman saya dan bercanda bersama, menceritakan kehidupan kami.
Pada saat berkeliling, kami menemukan ada kandang bebek. Tetapi karena kami takut, kami hanya mengambil foto dari jauh. Kami berlarian ke sana-kemari dan berhenti jika ada yang membuat kami tertarik. Seperti ayunan atau sekadar tenda untuk tempat singgah sebentar saja. Saya melihat ada ATV. Saya tertarik, tetapi teman-teman saya sudah sangat kelelahan karena berjalan dari café bawah hingga ke parkiran atas. Akhirnya saya mengalah dan memutuskan untuk tidak menaiki.
Tibalah kami di tempat motor kami diparkirkan. Kami bersiap-siap untuk perjalanan yang lumayan jauh. Karena langit mulai mendung dan masih gerimis, kami memutuskan untuk menggunakan mantel hujan untuk berjaga-jaga jika hujan semakin deras. Setelah siap, kami mulai beranjak pergi dari parkiran motor. Kami tidak berpisah selama perjalanan karena ingin singgah sebentar di rumah salah satu teman.
Selama perjalanan maupun saat kami berada di Pinusia, saya merasa senang dan bahagia. Mungkin teman-teman saya juga merasakan hal yang saya rasakan. Entah karena kami sedang dalam suasana hati yang bagus atau memang kami yang menikmati perjalanan kami. Tidak lupa juga bahwa tempat yang kami tuju juga menjadi alasan terbesar kebahagiaan yang kami rasakan tentunya. Bagi saya, Pinusia adalah tempat yang akan selalu menerima saya jika saya ingin kabur sejenak dari kebisingan yang saya rasakan.(*)