Oleh Davin Raditya Pramana
Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling saya tunggu setiap tahunnya. Tidak hanya karena suasana ibadah yang lebih khusyuk, tetapi juga karena banyaknya kebersamaan yang tercipta. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya terjadi pada sebuah acara buka bersama organisasi yang saya ikuti di Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES). Hari itu terasa berbeda sejak awal karena selain menjadi ajang silaturahmi, saya juga mendapatkan kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Acara buka bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis organisasi kami yang diselenggarakan di lingkungan FH UNNES. Sejak sore hari, suasana sudah mulai ramai dengan kehadiran teman-teman yang datang dengan penuh semangat. Saya melihat wajah-wajah yang tidak hanya familiar, tetapi juga penuh antusiasme. Momen ini menjadi ajang berkumpul lintas angkatan yang membuat saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar yang hangat.
Sebelum hari pelaksanaan tiba, saya sudah mempersiapkan diri dengan cukup matang. Saya menyadari bahwa menjadi MC bukanlah hal yang bisa dilakukan tanpa latihan. Oleh karena itu, saya mulai membiasakan diri membaca teks dan memahami alur acara agar tidak terjadi kesalahan saat hari H.
Yang membuat hari itu semakin spesial adalah ketika saya diberi kesempatan untuk menjadi MC. Awalnya saya merasa gugup karena memandu acara sebesar itu bukan hal yang mudah. Namun, di balik itu semua ada proses panjang yang saya lalui bersama partner saya.
Saya dan partner saya harus berlatih hampir setiap hari, bahkan di tempat dan waktu yang berbeda-beda menyesuaikan dengan kesibukan masing-masing. Terkadang kami berlatih di kampus, terkadang juga melalui latihan mandiri dengan saling mengirim rekaman. Hal tersebut kami lakukan demi menciptakan kekompakan saat tampil.
Perjuangan tersebut tidak selalu mudah. Ada kalanya kami merasa lelah, kesulitan menyamakan waktu, bahkan sempat merasa kurang percaya diri dengan kemampuan kami. Namun, kami tetap berusaha saling mendukung dan menguatkan satu sama lain agar bisa memberikan yang terbaik.
Ketika acara dimulai, saya membuka dengan penuh semangat dan mencoba membangun suasana yang hangat. Saya menyampaikan salam pembuka dan menyapa para tamu undangan serta seluruh anggota yang hadir. Meski sempat merasa deg-degan, perlahan saya mulai menikmati peran tersebut.
Dukungan dari teman-teman membuat saya semakin percaya diri dalam memandu jalannya acara. Saya mulai bisa mengatur intonasi, tempo berbicara, dan menciptakan suasana yang lebih hidup. Hal ini membuat saya merasa lebih nyaman berada di depan banyak orang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, serta berbagai sambutan dari para tokoh penting di organisasi. Saya merasa bangga bisa berada di posisi tersebut, menjadi bagian yang menghubungkan setiap rangkaian acara.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah sesi sharing bersama pemateri yang luar biasa. Materi yang disampaikan sangat inspiratif dan membuka wawasan saya tentang banyak hal dalam organisasi. Saya benar-benar menikmati sesi tersebut meskipun saat itu saya tetap fokus menjalankan tugas sebagai MC.
Setelah acara selesai, saya menghabiskan waktu dengan berbincang bersama teman-teman. Kami saling bertukar cerita, membahas jalannya acara, hingga tertawa bersama atas momen-momen yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Suasana tersebut terasa sangat hangat dan penuh kebersamaan.
Tidak hanya itu, saya juga bertemu dengan teman-teman hebat yang memiliki semangat dan cerita masing-masing. Kami saling berbagi pengalaman dan saling menyemangati satu sama lain. Momen ini membuat saya semakin menyadari pentingnya memiliki lingkungan yang positif.
Kemudian, acara berlanjut ke prosesi pemotongan tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur. Saya turut mengiringi jalannya prosesi tersebut dengan penuh khidmat. Suasana menjadi semakin meriah ketika hitungan bersama dilakukan sebelum pemotongan tumpeng.
Setelah rangkaian acara selesai, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Azan Magrib berkumandang, menandakan waktu berbuka puasa. Kami semua berkumpul dan menikmati hidangan yang telah disediakan, seperti rica-rica ayam dan lumpia.
Setelah berbuka dan beristirahat sejenak, suasana kembali hidup dengan kegiatan santai bersama teman-teman. Kami memutuskan untuk bermain futsal sebagai penutup hari itu. Tawa dan canda memenuhi lapangan, membuat suasana semakin akrab. Meski lelah, kebahagiaan yang dirasakan jauh lebih besar.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan Ramadan yang tidak akan saya lupakan. Dari acara itu, saya belajar banyak hal, mulai dari keberanian mencoba hal baru, pentingnya kerja sama, hingga makna kebersamaan. Ramadan kali ini benar-benar memberikan cerita yang tidak hanya seru, tetapi juga penuh makna bagi saya.(*)