Waktu Keluarga di Summarecon

Oleh Callysta Nur Aisyah

Aku pergi ke Summarecon Mall Bekasi bersama keluarga sejak pagi-pagi. Mobil bergerak perlahan di jalan tol Becakayu yang mulai ramai. Ayah mengemudikan sambil mendengarkan berita di radio, ibu di depan memeriksa promosi di ponsel, sedangkan adik dan kakak di belakang asyik bermain game di ponsel. Begitu tiba di parkiran B1, banyak tempat kosong, jadi parkir bisa dilakukan dengan mudah. Udara panas Bekasi langsung terasa menyengat saat membuka pintu mobil, tetapi janji AC di dalam mal membuat semangat kembali.

Setelah masuk dari pintu timur, air mancur digital setinggi 10 meter sedang menunjukkan pertunjukan; airnya bergerak mengikuti irama lagu pop Korea, sementara lampu RGB yang berwarna-warni menerangi sekeliling. Banyak orang berhenti untuk foto. Keluarga kami pun ikut ber-selfie cepat sebelum melanjutkan perjalanan.

Pertama-tama, kami menuju Ace Hardware di lantai dasar. Ayah mencari lem super dan sekrup kayu untuk perbaikan garasi. Ibu memilih panci teflon yang anti-lengket dan set pisau dapur dari stainless. Adikku sangat senang melihat mainan power tools mini, tetapi hanya boleh melihat saja. Keranjang belanja mulai terasa berat dan kunjungan pertama ke hardware selesai dalam waktu 30 menit.

Kami turun ke food terrace outdoor yang teduh. Angin segar berhembus dari taman buatan. Kami memesan ayam geprek dengan keju mozzarella level pedas 7 di Warung Mbok Ita. Ayamnya renyah; sambal ulek yang pedas membuat mata berair; keju yang meleleh bercampur dengan nasi hangat. Kakak menambah milkshake Oreo, gelas tinggi dengan busa kental dan penuh biskuit hancur. Kami makan perlahan sambil berbincang tentang rencana hari ini. Piring pun bersih dalam sekejap.

Setelah itu, kami menuju lantai dua di Fashion District. Uniqlo ramai pengunjung. Aku mencoba jaket hoodie fleece tebal, hangat dan cocok untuk AC mal atau saat hujan. Ibu membeli blouse katun; ayah memilih kaos polo dasar. Adik mendapatkan legging olahraga untuk anak-anak. Ruang ganti yang luas dengan cermin penuh tubuh membuatku merasa percaya diri. Tas belanja bertambah lagi.

Saat siang mulai tiba, kami pergi ke Timezone arcade yang terletak di pojok timur. Kami membeli kartu seharga Rp100 ribu, bermain basket shoot 3D dan meraih skor 150 poin untuk mendapatkan voucher burger senilai Rp20 ribu. Lanjut bermain Dance Dance Revolution, kakak pandai berdansa mengikuti arah, sementara aku hanya tertawa melihatnya. Kami menukarkan voucher di konter.

Perut mulai malas, namun kami ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Kami naik ke restoran Sunda yang autentik. Kami memesan nasi timbel dengan ikan gurame utuh. Ikan gurame dibakar dengan daun pisang. Aroma rempahnya sangat menggoda. Ibu memesan karedok sayur mentah dengan sambal kacang; kakak memesan ayam bakar Madura. Lauk timun segar dan sambal dadak yang pedas membuat nasi kami cepat habis. Kami minum es cincau hijau yang manis dan dingin.

Setelah itu, kami membeli obat-obatan dan skincare di Guardian di lantai satu. Aku mengambil face wash charcoal dan sunscreen spray, sedangkan ibu membeli vitamin C serum dan sabun muka. Diskon buy 1 get 1 membuat lebih hemat, dan kasirnya yang ramah memberikan poin pada loyalty card.

Di sore hari, kami duduk santai di Starbucks Reserve yang dekat dengan rooftop garden. Kami memesan cold brew nitro, kopi hitam berbusa kental yang rasanya pahit namun lembut. Kakak memesan latte art macchiato, sementara ayah menikmati americano panas. Pemandangan ke taman hijau dengan kolam ikan koi dan angin sepoi-sepoi dari Bekasi membuat kami merasa rileks. Kami mengobrol panjang tentang sekolah adik dan pekerjaan ayah.

Kami mengambil foto keluarga di instalasi bunga besar berbentuk hati. Lampu lembut membuat hasilnya terlihat indah. Selanjutnya, kami pergi ke Hypermart besar, membeli sereal cokelat impor, yogurt Yunani, dan kerupuk udang pedas. Rak-rak di sana penuh dengan barang-barang impor, dengan pilihan yang sangat banyak.

Malam tiba, makan malam di Sushi Train yang menggunakan konveyor ala Jepang. Bisa ambil sepuasnya, menikmati salmon nigiri yang segar, tuna roll, California maki, dan tempura udang. Warna piring yang berbeda menandakan harga; makanan baru dari dapur terbuka. Adik sangat menyukai tamago atau telur manis, sementara ibu memilih vegetarian roll.

Pukul 9:30, suasana mal masih ramai dengan band akustik yang memainkan lagu-lagu mellow di atrium. Kita bergerak mengikuti irama sebelum melakukan pengecekan terakhir di optik, di mana ayah membeli kacamata baca yang baru.

Kami pulang sekitar jam 10 malam. Mobil dipenuhi tas belanja dan perut sangat kenyang. Jalan tol sepi, tetapi pikiran penuh dengan kenangan: pertunjukan air mancur, ayam geprek pedas, timbel yang wangi, dan sushi yang segar. Summarecon Bekasi benar-benar menjadi tujuan satu atap. Dari pagi hingga malam tidak terasa membosankan.

Keesokan harinya, tubuh merasa pegal, tapi hati ini tersenyum lebar. Mal ini langsung menjadi tempat yang wajib dikunjungi setiap bulan untuk keluarga.(*)