Menikmati Pesona Ranca Upas

Oleh Mirzani Aulia Azahra

Sebagai warga yang tinggal di Kabupaten Bandung selama lebih dari 18 tahun, rasanya aneh jika belum pernah menginjakkan kaki di Ranca Upas. Bagi para Gen Z, Ranca Upas mungkin sudah beberapa kali muncul di beranda media sosial seperti TikTok ataupun Instagram. 

Untuk yang belum pernah mengenal Ranca Upas, Ranca Upas adalah spot kemah yang berada sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Bandung. Ranca Upas terletak di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut. Hal tersebut menjadikannya salah satu destinasi alam yang menawarkan udara sejuk dan pemandangan hutan pinus yang memukau.

Tempat ini dikelola oleh Perhutani dan menawarkan berbagai aktivitas seru, mulai dari berkemah, glamping, berendam di kolam air panas alami, hingga berinteraksi langsung dengan rusa-rusa jinak yang berkeliaran bebas di area penangkaran. Tidak heran jika Ranca Upas menjadi salah satu destinasi favorit Gen Z ataupun wisatawan yang sudah memiliki keluarga. 

Untuk dapat masuk ke area wisata Ranca Upas, akan dikenakan tarif tiket yang tidak begitu mahal. Tarif tiketnya hanya 10.000-20.000 rupiah, tergantung hari yang dipilih. Namun, untuk teman-teman yang ingin camping atau glamping dikenakan biaya yang berbeda tergantung pada paket atau fasilitas yang dipilih. 

Untuk perjalanan menuju Ranca Upas diperlukan waktu sekitar 2 jam 30 menit dengan kendaraan pribadi dari pusat Kota Bandung. Jalan menuju Ciwidey ataupun area Ranca Upas sedikit berkelok-kelok. Namun, jalannya menunjukkan pemandangan yang sangat enak untuk dilihat. Jadi, perjalanan selama 2 jam dari pusat Kota Bandung tidak akan terasa membosankan karena akan disuguhi pemandangan khas Bandung Selatan. 

Gen Z yang lebih suka backpacker dan tidak membawa atau memiliki kendaraan pribadi bisa juga menggunakan kendaraan umum. Dari Kota Bandung, ada berbagai transportasi untuk menuju Ciwidey. Mulai dari bus antarkota, travel, atau angkutan desa menuju terminal terdekat. Jika menggunakan angkutan umum, biasanya perlu melanjutkan dengan angkot, ojek, atau layanan antar-jemput untuk mencapai gerbang Ranca Upas. 

Aku sendiri pernah menginap di sana bersama teman-teman karena jarak dari rumahku hanya 1 jam perjalanan jika tidak terjebak macet. Keuntungan tinggal dekat adalah bisa pulang jika ada kebutuhan mendadak atau kembali lagi di hari yang sama untuk menikmati suasana sore. 

Suasana saat aku dan teman-temanku tiba itu cukup hangat meski udaranya jelas berbeda dengan udara di daerah rumahku. Proses check-in di Ranca Upas terbilang tidak sulit karena petugasnya ramah dan mereka juga memberi petunjuk area camping serta lokasi fasilitas umum seperti toilet dan area-area tertentu. Kami memilih area yang agak dekat dengan hutan pinus supaya bisa menikmati pemandangan dan merasakan sensasi alam sepanjang malam. 

Aku dan teman-temanku memilih untuk membangun tenda karena menyesuaikan dengan budget kami yang masih pelajar. Memilih berkemah tradisional dibandingkan dengan glamping membuat kami merasa lebih dekat dengan alam. Lalu suasana pun semakin akrab ketika kami membangun tenda bersama. 

Malam di Ranca Upas menyuguhkan langit yang cerah dan udara yang sangat segar. Aku dan teman-temanku menyalakan api unggun kecil, memanggang jagung, barbeque, dan berbagi cerita hingga larut malam. Tak lupa juga, temanku yang membawa gitar membuat kami bernyanyi-nyanyi, tapi kami tetap menjaga volume agar tidak mengganggu pengunjung lain dan satwa yang ada. 

Di pagi harinya, pemandangannya adalah kabut tipis yang menyelimuti lembah dan sinar matahari yang menembus celah-celah pepohonan pinus. Aku memilih berendam dengan air panas alami untuk menghangatkan badan setelah tidur di tenda. Suasana pagi di Ranca Upas sangat worth it bagi yang bangun pagi. 

Pengalaman di Ranca Upas benar-benar sulit dilupakan, mulai dari kebersamaan dengan teman, suasana alam yang tenang, hingga udara segar yang susah dirasakan jika berada di pusat Kota Bandung. Tempat ini cocok untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam. Bagi yang ingin berkunjung, terutama untuk menginap, jangan lupa membawa baju hangat karena suhu di Ranca Upas bisa turun hingga sekitar 10-15 derajat Celsius, terutama pada malam hari. Dengan persiapan yang lebih baik, pengalaman di sana juga akan terasa lebih nyaman. (*)