Oleh Syahwa Dwi Barliana Putri
Tinggal di Grobogan membuatku punya beberapa pilihan tempat untuk sekadar melepas penat, salah satunya adalah Sendang Keongan. Tempat ini sekarang sudah cukup dikenal dan sudah mengalami renovasi, sehingga terlihat lebih tertata dan nyaman untuk dikunjungi. Walaupun kesan alaminya tidak terlalu kuat lagi, tempat ini tetap menarik untuk didatangi, apalagi untuk sekadar refreshing singkat. Beberapa waktu lalu, aku merasa cukup lelah dengan aktivitas kuliah yang padat. Tugas yang menumpuk membuat pikiranku terasa penuh, jadi aku ingin pergi ke tempat yang bisa membuatku lebih santai. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengajak tiga temanku pergi ke Sendang Keongan.
Rencana ini sebenarnya muncul secara tiba-tiba saat kami sedang berkumpul. Awalnya hanya ngobrol biasa, tapi salah satu dari kami mengeluh bosan dan ingin jalan-jalan. Dari situ, kami langsung kepikiran untuk pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh dan akhirnya sepakat memilih Sendang Keongan. Kami pun langsung bersiap seadanya tanpa banyak persiapan. Bekal yang kami bawa juga sederhana, hanya makanan ringan dan minuman. Kami berangkat menggunakan dua motor supaya lebih nyaman selama perjalanan. Perjalanan menuju lokasi cukup seru karena kami melewati jalanan desa yang di kanan-kirinya terdapat sawah luas. Pemandangannya cukup menyegarkan mata meskipun cuaca saat itu cukup panas. Sepanjang jalan, kami lebih banyak bercanda dan sesekali saling menyalip motor dengan gaya bercanda.
Di tengah perjalanan, kami sempat salah mengambil jalan karena terlalu asyik mengobrol. Kami baru sadar setelah jalan yang dilewati semakin sepi dan tidak ada tanda-tanda menuju tempat wisata. Akhirnya kami berhenti dan bertanya kepada warga sekitar, lalu berbalik arah sambil tertawa karena merasa agak malu. Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kami sampai di Sendang Keongan. Kesan pertama yang kami rasakan adalah tempatnya sudah cukup rapi dan tertata. Area sekitar sendang sudah dibangun dengan baik, sehingga terlihat lebih bersih dan nyaman dibandingkan dengan tempat yang benar-benar alami. Kami kemudian berjalan mendekati sendang. Airnya terlihat jernih, meskipun di sekelilingnya sudah ada pembatas dan beberapa fasilitas tambahan. Tempat duduk juga sudah tersedia, jadi pengunjung bisa bersantai tanpa harus mencari tempat sendiri seperti di alam bebas.
Kami langsung duduk untuk beristirahat sambil menikmati suasana. Angin sepoi-sepoi membuat suasana terasa lebih adem, meskipun matahari masih cukup terik. Salah satu temanku langsung membuka bekal, sementara yang lain sibuk mencari spot foto. Saat sedang asyik berfoto, salah satu temanku hampir terpeleset karena lantainya agak licin karena terkena air. Kami langsung kaget, tapi setelah tahu dia baik-baik saja, kami malah tertawa bersama. Momen kecil seperti itu justru membuat suasana semakin seru dan tidak terlupakan. Kami kemudian makan bersama sambil bercanda. Meskipun makanannya sederhana, rasanya tetap enak karena dimakan bersama-sama. Kami juga sempat membahas bagaimana tempat ini sekarang sudah direnovasi, jadi lebih nyaman walaupun kesan alaminya agak berkurang.
Waktu terasa cepat berlalu karena kami terlalu menikmati suasana. Tanpa terasa, langit mulai berubah warna dan suasana mulai lebih sepi. Kami pun memutuskan untuk segera pulang sebelum hari semakin sore. Perjalanan pulang terasa lebih tenang. Kami tidak terlalu banyak bercanda seperti saat berangkat, mungkin karena sudah mulai lelah. Namun, suasana tetap terasa menyenangkan karena kami masih menikmati kebersamaan sampai perjalanan selesai. Sesampainya di rumah, aku merasa perjalanan ke Sendang Keongan ini cukup berkesan. Meskipun tempatnya sudah direnovasi dan tidak sepenuhnya alami, suasana yang ada tetap bisa memberikan rasa tenang. Dari pengalaman ini, aku menyadari bahwa kebahagiaan sederhana bisa datang dari perjalanan singkat bersama teman-teman.(*)