Oleh Hanif Fahmi Hakim
Mega Bekasi Hypermall selalu memiliki tempat tersendiri di hatiku sebagai pusat perbelanjaan yang penuh dengan memori masa kecil. Mal ini bukan sekadar bangunan beton, melainkan saksi bisu pertumbuhanku dari masa ke masa bersama keluarga tercinta.
Dulu, mal ini dikenal luas oleh masyarakat Bekasi dan sekitarnya karena kehadiran Giant, salah satu raksasa supermarket terbesar pada masanya. Hampir setiap akhir pekan, aku dan keluarga menghabiskan waktu di sana untuk berbelanja kebutuhan pokok sambil menikmati suasana keramaian yang khas. Dulu seingatku alasan keluargaku suka berbelanja di sana karena memiliki harga yang bisa dibilang murah. Hampir setiap awal bulan aku dan keluargaku berbelanja untuk membeli stok kebutuhan di rumah.
Salah satu rutinitas yang paling aku rindukan juga di sana adalah momen berbelanja di Giant dan menyantap hidangan di GFC atau Giant Fried Chicken. GFC adalah bagian dari layanan food court atau makanan siap saji yang ada di dalam supermarket Giant. Ayam GFC menurutku dulu adalah ayam goreng yang dapat menyaingi rasa lezatnya ayam goreng KFC. Aku sering kali menikmati ayam gorengnya yang renyah sebagai pengganjal perut yang pas sebelum masuk ke dalam studio bioskop untuk menonton film terbaru.
Berbicara tentang menonton film, aku dan keluarga biasanya, jika mau menonton di bioskop, itu di antara bioskop di Mega Bekasi atau Bekasi Square yang kini telah berganti nama menjadi Revo Town atau Revo Mall. Kedua tempat itu memiliki pesonanya masing-masing. Biasanya saya lebih sering menonton di bioskop di Mega Bekasi dikarenakan tempatnya lebih bagus daripada di Revo Mall dan juga adanya Gramedia di Mega Bekasi.
Dulu ketika aku masih kecil, aku suka membaca buku dan melihat apa pun yang ada di Gramedia di Mega Bekasi. Aku masih ingat ketika menemukan sebuah buku, aku langsung membacanya di tempat pojokan di mana aku membaca bukunya yang sudah dibuka dan tidak dalam plastik. Saya juga mengingat dulu adikku membeli boneka sapi cokelat di sana yang hingga saat ini masih dia simpan. Karena boneka itu, kita pernah sampai bertengkar. Karena seharusnya boneka itu milik bersama, tapi karena adikku pengen sekali boneka itu, jadinya dia yang memilikinya.
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, perusahaan Giant di Indonesia harus menutup seluruh gerainya, termasuk yang ada di Mega Bekasi. Kepergian Giant sempat meninggalkan kekosongan besar, mengingat supermarket tersebut adalah daya tarik utama yang membuat mal ini selalu dipadati pengunjung setiap harinya dan juga kerinduanku kepada ayam GFC (heheheā¦).
Setelah era Giant berakhir, sempat muncul Lulu Hypermarket sebagai penggantinya yang menawarkan konsep belanja yang sedikit berbeda. Namun, nasib Lulu ternyata tidak jauh berbeda dengan pendahulunya; setelah beberapa lama beroperasi, mereka pun akhirnya berhenti beroperasi di Mega Bekasi.
Selain menjadi tempat hiburan, Mega Bekasi juga menjadi tujuan utama keluargaku ketika ada perangkat elektronik yang bermasalah. Terdapat area khusus yang menyediakan jasa perbaikan serta penjualan berbagai macam produk elektronik, mulai dari handphone hingga aksesori gadget lainnya yang sangat lengkap.
Aku masih ingat betul bagaimana rasanya mengelilingi lantai bagian bawah untuk mencari baju baru saat menjelang Hari Raya Lebaran. Tradisi membeli baju Lebaran di mal ini selalu terasa istimewa karena pilihannya yang sangat beragam dan suasana perayaan yang begitu kental terasa di setiap sudut toko.
Mega Bekasi bukan hanya dikenal karena Giant-nya saja. Mega Bekasi juga dikenal dengan jembatan penyeberangan ikoniknya yang menghubungkan mal tersebut dengan Metropolitan Mall di seberangnya. Jembatan ini bukan hanya sarana akses, tetapi juga tempat yang bagus untuk melihat hiruk-pikuk lalu lintas Jalan Ahmad Yani yang merupakan jantung kota Bekasi. Dulu Mega Bekasi juga pernah mendapatkan musibah pada tahun 2025, di mana terjadi hujan deras yang sangat parah, yang menyebabkan area bawah hingga basement mal tersebut terisi dengan banjir. Tidak terbayang jika saat itu aku dan sekeluarga mengunjungi mal tersebut, akan sepanik apa nanti. Untungnya, saat itu kami semua sedang tidak pergi, tetapi aku masih ingat pertama kali melihat beritanya di TV.
Meskipun banyak mal baru yang bermunculan di wilayah Bekasi, seperti Pakuon yang masih bisa dibilang baru yang dibangun dekat dengan Revo Mall, Mega Bekasi tetap mampu mempertahankan eksistensinya melalui berbagai tenant yang menarik. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya mencerminkan bagaimana sebuah pusat perbelanjaan terus beradaptasi dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat yang dinamis.
Kini, setiap kali aku melangkahkan kaki masuk ke Mega Bekasi, memori tentang aroma ayam goreng GFC dan deretan buku di Gramedia seolah berputar kembali. Pengalaman-pengalaman sederhana itulah yang membuat mall ini akan selalu terasa seperti rumah kedua bagiku di tengah sibuknya Kota Bekasi.(*)