
Bersama Warga Desa Membuat Kolam Penampungan Air
Semarang, (7/7) Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan program pengabdian masyarakat atau yang biasa dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Universitas Negeri Semarang menurunkan ribuan mahasiswa semester enam untuk melakukan pengabdian masyarakat dibeberapa kabupaten dan kota, salah satunya adalah di Desa Serang Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara.
Wujudkan SDGs 6, air bersih dan sanitasi layak, Mahasiswa GIAT 16 yang terdiri dari Ilham, Indah, Karinda, Rizki Ayu, Ara, Rosa, Fadlilah, Junjung, Ardhy, dan Bintang dengan dibimbing oleh Ibu Rossi Galih Kesuma, S.Pd.,M.Pd melaksanakan pengabdian di Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara menunjukkan bentuk pengabdiannya untuk mendukung peningkatan kualitas sanitasi masyarakat melalui program Gerakan Air Bersih. Salah satu bentuk pengabdian UNNES Bergerak Berdampak yang dilakukan oleh mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang adalah penyerahan terpal dan Pembangunan kolam penampungan sebagai sarana penunjang air bersih yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara mengalami kekeringan atau kekurangan air dikarenakan terdapat irigasi di Desa Gemuruh yang mana Desa Serang ikut terdampak pada peristiwa tersebut.. Seluruh mahasiswa berpartisipasi aktif untuk berupaya membantu warga desa Serang dengan memberikan bantuan terpal serta ikut membangun kolam penampungan air pada Sabtu (18/7/2026).

Penyerahan Bantuan Terpal kepada Desa
Program ini dilaksanakan sebagai respon terhadap kebutuhan warga akan fasilitas penunjang penyediaan air bersih, terutama untuk mendukung kegiatan sehari-hari dan menjaga kebersihan lingkungan. Krisis air yang dialami Desa Serang dipengaruhi oleh kerusakan saluran irigasi yang mengalirkan air dari desa lain menuju Desa Serang, sehingga pasokan air ke desa menjadi berkurang dan menyebabkan warga mengalami kekurangan air. Terpal tersebut digunakan sebagai pelapis penampungan air sekaligus mempermudah warga Desa Serang dalam mendapatkan air bersih.

Bersama Warga Desa Membuat Kolam Penampungan Air
Selain itu, Mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang menyerahkan sebanyak lima terpal yang akan digunakan untuk membuat kolam penampungan air pada setiap dukuh yang terdiri atas dukuh Ndesa, Semingkir, Krajan, Karangsempun, dan Tanjung. Warga desa Serang merasa terbantu dengan adanya program pemberian terpal dari mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang karena sedikit banyaknya dapat memberikan manfaat kepada seluruh warga desa Serang. Hal itupun diungkapkan oleh Bapak Kuswandi selaku kepala seksi kesejahteraan
“Warga desa Serang merasa terbantu dengan adanya adik-adik dari Universitas Negeri Semarang karena telah banyak berkontribusi dalam membangun serta memberikan sarana berupa terpal kepada seluruh dukuh yang ada di desa Serang” Ujarnya.

Kolam Penampungan Air yang Sudah Jadi
Tidak hanya itu, kepala dusun dua, Bapak Hadi juga mengungkapkan bahwa pemberian terpal dan bantuan dari mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang sangat membantu warga desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara dalam menangani krisis air yang telah terjadi sejak bulan Juni 2026.
“Apapun yang diberikan pasti diterima, dan itu pasti membantu masyrakat yang ada di desa, kami tidak melihat atau mengukur besar kecil pemberian dari mahasiswa, intinya kami berterimakasih karena telah bersedia memberikan dan membantu” Ujarnya.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan warga akan fasilitas penunjang penyediaan air bersih, terutama untuk mendukung kegiatan sehari-hari dan menjaga kebersihan lingkungan. Terpal tersebut digunakan sebagai pelapis penampungan air sehingga dapat membantu menjaga kualitas air sekaligus mempermudah warga desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara dalam mendapatkan air bersih dari beberapa relawan yang berasal dari berbagai desa yang tidak terdampak irigasi. Tentunya, terpal yang telah diberikan memiliki kelanjutan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat saat kondisi air telah kembali seperti biasa.