
Simulasi Tim BPBD.
Kabupaten Tegal — Suasana penuh semangat dan antusias menyelimuti halaman SD Negeri Karangjambu 01, Kabupaten Tegal, pada 17 Juni 2025 lalu. Hari itu menjadi momen bersejarah bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana tersebut. Melalui kemitraan strategis antara Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, warga sekolah diajak untuk belajar bersama membangun budaya siap siaga menghadapi bencana.
Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Kemitraan Strategis UNNES-BPBD: Pengembangan Pengetahuan dan Siap Siaga Bencana Melalui Psikoedukasi sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Tangguh Bencana (SEKTANA)” ini digagas oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) UNNES, sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ketangguhan sekolah menghadapi risiko bencana.
Sebanyak 194 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 5, serta 15 guru dan tenaga kependidikan, mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Melalui psikoedukasi yang dipandu oleh tim dosen dan mahasiswa Prodi BK UNNES, para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis bencana serta langkah-langkah penyelamatan diri. Dengan pendekatan kreatif dan interaktif, anak-anak belajar sambil bermain agar lebih mudah memahami informasi kebencanaan.

Psikoedukasi oleh Tim Pengabdian: Rossi Galih Kesuma, M.Pd.
Tidak hanya teori, kegiatan semakin seru dengan adanya simulasi evakuasi bencana yang dipandu langsung oleh tim BPBD Kabupaten Tegal. Sirene tanda bahaya dibunyikan, siswa berlari menuju titik kumpul evakuasi sesuai arahan petugas. Para guru pun turut serta memastikan proses evakuasi berjalan dengan tertib.

Simulasi oleh Tim BPBD.
“Anak-anak sangat antusias. Biasanya mereka hanya mendengar cerita tentang bencana, sekarang mereka bisa praktik langsung bagaimana cara menyelamatkan diri dengan baik,” ungkap Desy Eka Purnami, S.Pd., M.Pd., Kepala SD Negeri Karangjambu 01, yang hadir mendampingi secara penuh.

Penyerahan fasilitas kebencanaan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesiapsiagaan sekolah, tim pengabdian UNNES juga menyerahkan bantuan fasilitas kebencanaan kepada sekolah berupa Tas P3K, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tanda jalur evakuasi, tanda titik kumpul evakuasi, serta buku panduan dan poster kebencanaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana prasarana sekolah dalam membangun budaya aman dan siaga bencana.
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 16-17 Juni 2025 ini merupakan hasil kerja keras tim dosen dan mahasiswa Prodi BK UNNES, yaitu:
Ketua: Firdian Setiya Arinata, S.Pd., M.Pd.
Anggota Tim:
1. Rossi Galih Kesuma, S.Pd., M.Pd.
2. Eem Munawaroh, S.Pd., M.Pd.
3. Pradika Adi Wijayanto, S.Pd., M.Pd.
4. Galih Mahardika Christian P., M.Pd.
5. Muh. Azhar Mubarak
6. Erni Kurniawati
7. Diska Aulia
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal mewujudkan Sekolah Tangguh Bencana (SEKTANA) berbasis psikoedukasi. Kami berharap sekolah bisa terus mengembangkan budaya sadar bencana untuk melindungi seluruh warganya,” jelas Firdian Setiya Arinata, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Tim Pengabdian.
Program pengabdian ini didukung pendanaan dari DPA LPPM UNNES Tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen UNNES dalam membangun masyarakat tangguh dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan pengurangan risiko bencana.
Dengan adanya kemitraan strategis ini, SD Negeri Karangjambu 01 diharapkan menjadi pelopor sekolah siaga bencana di Kabupaten Tegal. Sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah menjadi kunci membangun generasi yang sadar risiko dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.