MAHASISWA GIAT 12 UNNES DESA KALORAN ADAKAN PENYULUHAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH

Temanggung – Pada Sabtu (26/7/2025), Tim Giat 12 UNNES desa Kaloran yang diketuai oleh Nuralip Saipulpon Saiin dengan anggota Elfa Fadilah, Selvin Arsya Karunia, Rahma Puspita Rahayu, Isma Ihsani, Intan Nur Aini, Cindy Faera Islamy, Ririn Hariyanti, Revalina Dwi Lestari, Annuruddin Tsanasti Yassar, Galuh Chandra Rheisyta Putri, dan Deicha Stefany Sakura serta Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, M.Pd. sebagai dosen pembimbing lapangan mengadakan kegiatan Penyuluhan Pemertahanan Bahasa Jawa di Gedung Kesenian dan Olahraga Kecamatan Kaloran. Kegiatan ini mengundang narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, yaitu Ibu Shintya, S.S., M.S. yang dihadiri oleh Kepala desa Kaloran, Ketua PKK desa Kaloran, dan ibu-ibu dari setiap dusun di desa Kaloran.

Penggunaan bahasa Jawa di desa Kaloran pada kalangan anak-anak sudah mulai berkurang karena kurang membiasakan diri dalam kehidupan sehari-hari serta adanya ketidaktahuan mengenai bahasa Jawa, padahal bahasa Jawa di daerah Temanggung sudah menjadi bahasa ibu yang dikenalkan sejak dini.  

Kegiatan penyuluhan Pemertahanan bahasa Jawa diadakan dengan tujuan agar warga setempat dapat mempertahankan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah yang ada di daerah Temanggung dan meningkatkan pemahaman terkait cara mengenalkan bahasa Jawa pada anak-anak agar lebih menyenangkan.

”Kegiatan ini kami adakan sebagai wujud mempertahankan bahasa Jawa di desa Kaloran dengan sasaran ibu-ibu yang nantinya bisa diterapkan secara langsung pada anak-anak. Kami bekerja sama dengan pihak Balai Bahasa Jawa Tengah untuk menjadi narasumber, yaitu Ibu Shintya, S.S. M.S. dengan harapan bahwa bahasa Jawa akan terus ada secara turun temurun,” ungkap Alip (21), Koordinator Mahasiswa desa Kaloran.

Penyuluhan Pemertahanan Bahasa Jawa melibatkan komunikasi interaktif dengan audiens, yaitu dengan praktik secara langsung melalui materi yang disampaikan Ibu Shintya, S.S., M.S. seperti mendongeng, bernyanyi, dan bercerita dengan menggunakan bahasa Jawa. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Kaloran.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Shintya dari Balai Bahasa Jawa Tengah yang sudah menginspirasi dan memotivasi warga desa Kaloran dan pemerintah desa melalui penyuluhan Pemertahanan Bahasa Jawa. Penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk kami. Terima kasih juga untuk anak KKN UNNES yang sudah mengadakan program ini,” ucap Walyoto (53), Kepala Desa Kaloran.