Peduli Stunting, Mahasiswa KKN UNNES Giat 12 Desa NgesrepbalongGelar Penyuluhan dan Demonstrasi Olahan Daun Kelor

Mahasiswa KKN UNNES Giat 12 Desa Ngesrepbalong melaksanakan kegiatan bertajuk “Penyuluhan Stunting dan Demonstrasi Olahan Daun Kelor” bersama ibu-ibu PKK Dusun Gunung Sari pada Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di Balai Dusun Gunung Sari. Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00–17.30 WIB ini mengusung tema “Ibu Hebat, Cegah Stunting Lewat Makanan Sehat.”

Acara penyuluhan dihadiri oleh 19 orang peserta dari ibu-ibu PKK Dusun Gunung Sari, rangkaian kegiatan diawali dengan arisan rutin ibu-ibu PKK, dilanjutkan dengan acara inti yang dipandu oleh tim KKN.

Pada sesi pertama, mahasiswa memaparkan materi penyuluhan mengenai pemanfaatan kelor sebagai sumber nutrisi untuk pencegahan stunting melalui PowerPoint. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, gejala umum stunting, data stunting di Kabupaten Kendal, penyebab stunting, pengenalan tanaman kelor sebagai The Miracle Tree, potensi kelor dalam meningkatkan kualitas gizi, dan pengembangan produk berbasis kelor. Penyuluhan ini disampaikan oleh empat mahasiswa, yakni Estining Titah Kinasih, Kharis Qoiyum Syafii, Ratna Duhita, dan Fitri Wahyuni.

Sesi berikutnya adalah demonstrasi pembuatan puding kelor dan nugget kelor. Tim KKN menyiapkan bahan, memperagakan cara pengolahan, sekaligus membagikan brosur berisi ringkasan materi dan resep olahan. Hasil olahan juga dibagikan untuk dicicipi bersama.

“Rasa dari puding dan nuget kelor ini sangat enak. Setelah diolah, daun kelor tidak meninggalkan rasa langu,” ujar Sulasih, Kepala Dusun Gunung Sari.

Estining Titah Kinasih, perwakilan mahasiswa KKN, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masalah stunting. “Melalui demonstrasi ini, kami berharap ibu-ibu bisa mencoba resep kelor di rumah, terutama bagi yang memiliki balita,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, mahasiswa membagikan bibit kelor kepada seluruh peserta agar masyarakat tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga sumber pangan bergizi yang bisa ditanam di pekarangan rumah. Selama ini, pekarangan warga lebih banyak ditanami labu siam, cabai, dan sawi, sehingga tanaman kelor masih jarang ditemui.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memang di Dusun Gunung Sari masih jarang terdapat tanaman kelor di pekarangan rumah,” ungkap Ibu Sulasih.

Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN UNNES berharap masyarakat semakin peduli terhadap pencegahan stunting dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Adanya tanaman kelor di pekarangan rumah dan dapat mengolahnya menjadi makanan sehat, setiap rumah tangga mempunyai  potensi untuk mencapai kemandirian pangan bergizi, sehingga tumbuh kembang anak dapat terjaga secara optimal.