Tujuhbelasan di Juwangi

Juwangi adalah salah satu kecamatan di daerah Boyolali. Juwangi berada di daerah paling ujung utara bagian Boyolali, untuk mengunjungi pusat kota Kabupaten Boyolali, warga masyarakat Juwangi harus menempuh jarak sekitar 46 Kilometer. Juwangi sendiri terdiri dari 10 Desa dan 1 Kelurahan meliputi Cerme, Jerukan, Juwangi, Kalimati, Kayen, Krobokan, Ngaren, Ngleses, Pilangrejo, dan Sambeng (kelurahan).

Juwangi memiliki beragam budaya yang selalu di lestarikan, salah satu contohnya yang akan kita bahas yaitu, Seni Barong. Banyak warga warga masyarakat dari yang muda tua bahkan anak-anak yang selalu melestarikan kesenian barong.

Budaya ini selalu di tampilkan setiap tanggal 17 Agustus, Juwangi setiap tahunnya sekali menggelar acara kesenian serta perlombaan kesenian setiap hari kemerdekaan banyak dari desa desa dan dusun dusun yang mengeluarkan bakat kesenian mereka.

Banyak kelompok paguyupan seni yang ada di Boyolali, seperti Margopati, Panji Laras, Telaga Muda, Satria Muda dan masih banyak lagi. Mereka selalu mengeluarkan kemeriahan kemerihan kesenian seperti Topeng Ireng, Gedruk, Jaranan, Barongan dan masih banyak lagi.

Sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19, Namun setelah Covid-19 berakhir kesenian tetap dilanjutkan. Antusiasme masyarakat setiap tahunnya selalu sangar luar biasa, mereka selalu hadir pagi pagi untuk mengikuti rangkaian acara, yang di awali dengan upacara Hari Kemerdekaan mereka antusias untuk mengikutinya lalu di lanjut menonton kesenian yang selalu berdatangan.

Masyarakat tumpah ruah di jalanan, lalu lintas macet seperti sudah menjadi hal biasa saat 17 Agustus, dari anak kecil sampai orang tua semuanya berkumpul menonton kesenian Barongan. Sepertinya pemandangan ketika banyak orang menonton kesenian tradisional sudah sangat jarang dijumpai terutama di kota-kota besar, sudah hampir punah kesenian tradisionalnya.(*)

Oleh Khikmatul Khayah