Tahukah kalian, bahwasannya setiap makhluk hidup di dunia ini, termasuk kita manusia, berawal dari satu hal kecil yang nyaris tak terlihat, Nah dari sesuatu itu Tuhan membentuk kehidupan yang begitu kompleks dan menakjubkan. Bayangkan, dari satu titik kecil bisa tumbuh menjadi tubuh yang lengkap dengan otak, jantung, tulang, dan seluruh sistem yang mampu bekerjasama dengan sempurna.
Nah teman teman, perlu kita keetahui bahwasannya proses pembentukan itu tidak terjadi begitu saja. Ada tahapan tahapan luar biasa yang bekerja dibalik layer kehidupan, salah satunya disebut Neurulasi. Tahapan ini bisa dibilang sebagai “awal mula keajaiban tubuh”, saat bagian bagian penting seperti otak dan sumsum tulang belakang mulai terbentuk.
Melalui pembahasan ini, kita akan sama sama menelusuri dan memahami bagaimana sel sel kecil di dalam embrio bekerja sama, berkomunikasi, dan membentuk sebuah sistem yang melahirkan kehidupan, mari kita jelajahi bersama keindahan Tuhan dibalik penciptaan tubuh yang sempurna, dan menyadari betapa agung kuasa-Nya yang selama ini tak kita sadari terjadi dalam tubuh hewan-hewan yang ada di sekitar kita.
Neurulasi berasal dari kata neuro yang berarti syaraf. Neurulasi adalah proses penempatan jaringan yang akan tumbuh menjadi jaringan sistem syaraf pusat. Jaringan ini berasal dari diferensiasi lapisan ektoderm yang mengalami penebalan (disebut ektoderm neural).Diferensiasi sendiri adalah proses perubahan sel-sel embrio menjadi berbagai jenis sel khusus dengan struktur dan fungsi yang berbeda agar tubuh bisa terbentuk lengkap dan berfungsi dengan baik. Penebalan ektoderm neural diinduksi oleh notochord yang terletak di bawah ektoderm neural. Notochord adalah agregat atau kumpulan sel-sel berbentuk batang sel yang terletak di kranial (tengkorak) garis primitif embrio. Selain menginduksi ektoderm neural, notochord juga menginduksi pembentukan kepala, pengembangan bumbung syaraf menjadi sistem syaraf, dan pembentukan somit. Notochord berkembang dari simpul primitif yang terletak diujung simpul kranial garis primitif. Dari simpul primitif sel-sel berproliferasi dan bermigrasi ke daerah bakal kepala sehingga membentuk batang notochord.
Neurulasi pada vertebrata atau hewan yang memiliki tulang belakang, menghasilkan bumbung syaraf, sehingga neurulasi juga disebut tubulasi atau pembentukan tabung syaraf pada embrio. Sementara neurulasi berlangsung, embrio bertambah besar dan panjang membentuk karakter tubuh hewan dengan ciri vertebrata yaitu bentuk tubuh hewan yang memiliki tulang belakang. Pada perkembangan selanjutnya bumbung syaraf akan menjadi sumsum tulang belakang dan otak.
Bersamaan dengan neurulasi, terjadi proses diferensiasi setempat di ketiga lapisan embrionik, masing-masing akan menumbuhkan organ organ ektoderm dengan tahapan-tahapan sebagai berikut. (a) transformasi sel ektoderm embrionik menjadi neural plate (lempeng syaraf) yang menebal dan memanjang; (b) pelekukan neural plate menjadi neural groove; (c) tekukan neural plate yang meninggi dikedua sisi di sekitar alur medial neural groove dinamakan neural fold; (d) bertemunya kedua sisi neural fold sehingga membentuk neural tube (bumbung syaraf). Bagian depan bumbung syaraf akan tumbuh menjadi enchepalon (otak), bagian belakang menjadi medulla spinalis (syaraf).
Secara singkat, proses neurulasi merupakan tahap penting dalam perkembangan embrio yang menentukan pembentukan sistem saraf dan organ-organ tubuh. Pada tahap neurulasi, lapisan ektoderm mengalami perubahan dan membentuk bumbung saraf (neural tube), yang nantinya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Proses ini juga menghasilkan neural crest, yaitu sekelompok sel yang akan membentuk bagian lain seperti tulang tengkorak, pigmen kulit, dan jaringan saraf tepi.
Melalui proses yang begitu rumit dan teratur ini, kita dapat melihat betapa menakjubkannya cara kehidupan terbentuk sejak tahap paling awal. Neurulasi dan organogenesis bukan hanya proses biologis, tetapi juga cerminan dari kuasa Tuhan Yang Maha Esa dan juga menjadi sebuah bukti bahwa kehidupan adalah anugerah yang luar biasa untuk disyukuri.(*)
Oleh Farihatul Firdausi