Jakarta, 8 September 2025 – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pergantian ini menjadi sorotan publik mengingat peran penting Sri Mulyani dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Posisi strategis tersebut kini diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86/P Tahun 2025 dan diumumkan pada Senin, 8 September 2025.
Pergantian ini dilakukan di tengah situasi politik dan ekonomi nasional yang penuh tantangan. Menurut laporan dari Detikfinance, Sri Mulyani baru menerima kabar mengenai penggantian dirinya sekitar satu jam sebelum pelantikan Purbaya. Saat itu, ia sedang memimpin rapat di Kantor Kementerian Keuangan dan langsung diminta menuju Istana Negara untuk menghadiri prosesi pelantikan penggantinya. Informasi yang mendadak ini menimbulkan kehebohan di lingkungan kementerian, mengingat Sri Mulyani selama ini dikenal sebagai sosok yang dipercaya publik dan pasar internasional karena kebijakan fiskalnya yang disiplin.
Dalam pidatonya setelah resmi dilantik, Purbaya menegaskan komitmennya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai, asalkan pemerintah dapat bersinergi secara efektif dalam mengelola kebijakan fiskal dan moneter. Purbaya juga menekankan bahwa ia tidak akan mengusulkan pajak baru sebagai prioritas utama kebijakan di awal masa jabatannya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi pelaku usaha dan investor, yang selama ini khawatir dengan kemungkinan adanya tambahan beban pajak.
Pergantian Menteri Keuangan ini terjadi di tengah gelombang protes nasional yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Menurut laporan Al Jazeera, protes tersebut dipicu oleh berbagai isu, termasuk ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi sosial ekonomi dan pemberian tunjangan besar kepada anggota DPR. Dalam konteks ini, Presiden Prabowo memutuskan untuk merombak beberapa pos menteri sebagai bagian dari langkah strategis untuk memulihkan stabilitas politik dan kepercayaan publik.
Meskipun demikian, penggantian Sri Mulyani memicu reaksi beragam dari kalangan pasar dan analis ekonomi. Beberapa pihak menyambut baik kehadiran Purbaya yang dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang sistem keuangan Indonesia, terutama dari pengalamannya di LPS. Namun, sebagian lainnya mengekspresikan kekhawatiran mengenai kelanjutan reformasi fiskal yang telah dirintis Sri Mulyani, khususnya di bidang perpajakan dan pengelolaan utang negara. Menurut laporan Financial Times, paswfar modal Indonesia sempat mengalami gejolak sesaat setelah pengumuman reshuffle ini, meskipun kemudian stabil kembali setelah Purbaya memberikan pernyataan yang menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal.
Purbaya juga memastikan bahwa aturan batas defisit fiskal sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio utang publik maksimal 60 persen tetap akan dipertahankan. Kebijakan ini penting untuk menjaga kredibilitas Indonesia di mata investor dan lembaga pemeringkat internasional.
Sri Mulyani sendiri telah lama dikenal sebagai figur penting dalam pemerintahan Indonesia. Ia pertama kali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian kembali dipercaya oleh Presiden Joko Widodo dan terakhir dilantik oleh Presiden Prabowo di awal pemerintahannya. Sri Mulyani dinilai berhasil memperkuat sistem perpajakan, menjaga stabilitas fiskal, dan mengelola utang negara dengan hati-hati. Kepergiannya dari jajaran kabinet menandai berakhirnya satu era dalam manajemen keuangan negara.
Dengan pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru, publik kini menanti arah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah. Tantangan besar menanti, mulai dari pemulihan ekonomi pascapandemi, menjaga stabilitas harga, hingga menghadapi dinamika ekonomi global. Banyak pihak berharap Purbaya mampu melanjutkan fondasi kebijakan yang telah dibangun Sri Mulyani sekaligus menghadirkan inovasi baru untuk membawa Indonesia menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber Berita
- CNBC Indonesia – https://www.cnbcindonesia.com/news/20250908170141-4-665113/prabowo-ganti-sri-mulyani-dengan-purbaya-begini-situasi-kantor-menkeu
- Detik Finance – https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8105535/terungkap-detik-detik-sri-mulyani-diganti-saat-pimpin-rapat-kemenkeu
- Reuters – https://www.reuters.com/world/asia-pacific/new-indonesia-finance-minister-seeks-quick-boost-economy-says-8-growth-not-2025-09-08/
- Al Jazeera – https://www.aljazeera.com/news/2025/9/9/indonesian-president-prabowo-replaces-five-ministers-after-deadly-protests
- Financial Times – https://www.ft.com/content/cd0f355e-03c2-469e-9456-c0a4ff1d785f
- Wikipedia – https://en.wikipedia.org/wiki/Sri_Mulyani
Muhammad Kholilurrohman (2502020185)