Sosok Misterius di Rumah Abu-abu

Oleh Rafa Putra Rachmadianto

Bangunan misterius yang berwarna abu-abu-abu-abu itu berada di Perumahan Tembalang Pesona Asri Block-M10, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan yang dulu ditakuti oleh anak-anak setempat karena konon ada sosok yang misterius dan mendengar suara aneh. 

Pada tahun 2014-2017, ada tiga anak-anak, yaitu aku (Rafa), Marshall, dan Cheryl  yang selalu bermain-main melihat segerombolan anak-anak lain ramai dan berkumpul di depan bangunan berwarna abu-abu itu. 

Saya berkata kepada Marshall “Heh kok rame banget kenapa ya?” 

Marshall pun berkata, “Gak tahu, samperin aja” dan kakak Marshall pun mengangguk saja untuk ikut. Kami mendatanginya lalu ada satu anak yang tiba-tiba mengambil kerikil dan melempari ke arah kaca dan teriak, “Woiii hantu….” 

Kami sontak terkejut. “Ha-hantu?”

Mereka yang mendengar kami pun berkata, “Iya, tadi itu kayak ada sosok tinggi gitu,”,

Kami pun penasaran dan ingin melihat bagaimana sosok hantu tersebut. Tetapi Marshall dan Cheryl yang mulai takut pun mengajak aku untuk pergi saja. Apalagi waktu itu  sore hari dan akan memasuki waktu malam atau Magrib. Aku mengiyakannya dan pergi dengan mereka, tetapi pandanganku masih tertuju pada rumah misterius itu dan bertanya-tanya dalam hati, ”Masa iya ada hantunya?”

Sore keesokan harinya aku pergi kerumah Marshall seperti biasanya untuk mengajaknya bermain. Cheryl, kakak perempuan Marshall yang datang dan mengatakan bahwa Marshall sedang di kamar mandi. Lalu Cheryl mengatakan bahwa dia punya ide untuk mengerjai Marshall. Dia berkata, “Rafa, ayo kita ngumpet, kagettin Marshall.”

Aku punya ide tambahan. “Gimana kalau kita panggil Marshall pas sudah selesai mandi, lalu pancing ke rumah abu-abu kemarin,”kataku. 

Cheryl yang agak ragu dan takut. Aku meyakinkan Cheryl dengan berkata, “Gak usah ampek (sampai) masuk rumahnya. Cuma di depan aja. Nanti pas dia nggak lihat, kita kagettin.”

Cheryl pun setuju. Setelah Marshall keluar rumah, kami mulai menanggil namanya untuk memancing dia ke arah kami, tepat di depan rumah abu-abu. Setelah kami dekat dengan rumah abu-abu, kami bersembunyi dekat dengan sebuah mobil. 

Marshall tampak kebingungan. Kami mulai mendekati Marshall secara diam-diam dan akan mengagetkannya. Tapi aku tiba-tiba melihat sosok misterius itu dengan bayang-bayang yang tinggi. Aku kaget dan Marshall juga, tidak dengan Cheryl yang heran melihatku dan berkata “Lah kamu kenapa yang kaget, Raf?”

Aku menunjuk ke arah rumah abu-abu, lalu berkata “Tad-tadi tuh ada kayak bayang-bayang gitu. Tinggi banget…,” Cheryl yang bingung mencoba menyipitkan mata ke arah rumah abu-abu tetapi tidak melihat apa-apa, sedangkan Marshall yang masih syok, marah dengan kami karena mengagetkannya dan berkata, “Itu gak lucu!” 

Marshall pun pergi, lalu Cheryl mengejar untuk meminta maaf, sedangkan aku hanya bisa menatap diam berdiri heran dan masih takut akan rumah abu-abu itu karena aku yakin bahwa melihat suatu sosok.

Lalu malam pun tiba. Saat sedang di masjid, aku mendengar bebeapa anak membicarakan hantu di rumah abu-abu itu. Mereka pun mengajak aku ikut serta ke ruah abu-abu setelah Isya.

Setelah Isya aku pun mulai mengikuti anak-anak itu untuk pergi ke rumah abu-abu. Awalnya aku ingin mengajak Marshall dan Cheryl tetapi karena mereka sedang tidak rumah maka aku saja yang pergi. Dan setelah mengikuti anak-anak lain ternyata yang penasaran tidak hanya aku. Banyak anak dari blok lain yang penasaran. Tapi sebelum kami sampai ke rumah abu-abu, ada ibu-ibu yang mendatangi kami dan menyuruh kami pulang. Dan pasti aku juga akan dicari oleh ayahku. Aku pun pulang. 

Selama beberapa waktu, “sesuatu” di rumah abu-abu itu menjadi pembicaraan kami. Tak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa. Tapi apakah itu hantu? Akhirnya kami tahu, “sesuatu” itu adalah seekor musang.(*)