Saya, Aqila Rafi, mahasiswa UNNES, yang tinggal di Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Mungkin sangat asing di telinga orang karena bisa dibilang bukan desa yang tenar. Di sini saya akan menceritakan sedikit asal usul Desa Brumbung secara turun-menurun dari orang-orang sekitar.
Suatu wilayah di Kabupaten Demak terdapat kalangan masyarakat yang membangun sebuah sumur yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah tersebut terutama untuk mengairi sawah mereka. Namun sampai sekarang belum diketahui pasti siapa yang membangun sumur tersebut.
Sekitar tahun 1920-an rakyat desa tersebut belum mengenal yang namanya tulisan. Meraka seakan-akan buta tulisan, karena mereka setiap hari menggunakan sumur tersebut akhirnya tercetuslah sebuah nama yang disarankan oleh salah satu warga desa yaitu “Sumur Brumbung” yaitu sebuah sumur yang penuh dengan harta dan rasa suka karena masyarakat sering menggunakan sumber tersebut untuk bermata pencaharian dan bercocok tanam. Sumur tersebut dijadikan masyarakat sebagai pusat kehidupan.
Sejak Masyarakat sepakat memberi nama sumur di desa tersebut dengan nama Sumur Brumbung, daerah tersebut menjadi agak terkenal di kalangan masyarakat lain. Tapi ada suatu hal yang menjadi permasalahan, yaitu belum adanya nama desa tersebut. Padahal masyarakat saling berinteraksi setiap harinya.
Suatu hari masyarakat mengadakan musyawarah tentang pembentukan desa. Akhirnya setelah musyawarah, mereka memutuskan untuk memberi nama desa tersebut Desa Brumbung, diambil diambil dari nama sumur di desa tersebut.(*)
Oleh Aqila Rafi Shahfaraz