Tentang Desa Sidaurip

Sejarah Desa Sidaurip dimulai setelah Reformasi 1998.  Desa Sidaurip adalah pecahan dari Desa Kubangkangkung yang pada waktu itu adalah sebuah dusun, yaitu Dusun  Bojong Desa Kubangkangkung. 

Desa Sidaurip secara resmi ditetapkan pada hari Sabtu Wage,3 Mei 2003 dengan diprakarsai oleh tokoh masyarakat, lembaga desa, warga Dusun Bojong, Pemerintah Desa Kubangkangkung, Pemerintah Kecamatan Kawunganten,  Pemerintah Kabupaten Cilacap dan intansi yang terkait.

Desa Sidaurip  ketika masih masuk dalam wilayah Desa Kubangkangkung  adalah  Kategori desa tertinggal.  Dikarenakan  wilayah  Desa  Kubangkangkung yang terlalu luas, sarana dan prasarana masih sangat tertinggal, Ruas jalan  Desa Sidaurip yang panjangnya  mencapai 7 km masih berupa jalan tanah, dan baru sebagian yang sudah ada perkerasan macadam. Listrik PLN waktu itu belum ada. 

Secara geografis Desa Sidaurip terdiri atas dataran rendah dan dataran tinggi yang diapit Perhutani  BKPH Kubangkangkung di bagian selatan dan utara Desa.

Atas dasar  tersebut, para tokoh masyarakat merencanakan pemekaran desa. Tokoh masyarakat dan warga berswadaya membangun kantor desa dan fasilitas lainnya, serta mempersiapkan struktur pemerintahan Desa  Sidaurip. 

Kala itu Pejabat (PJ) kepala  Desa  sementara  Bapak H. Sutrasno,   sampai   definitif, sebelum akhirnya terpilih kembali.

Nama Desa Sidaurip diusulkan melalui musyawarah desa. Beberapa tokoh masyarakat mengusulkan nama desa sebagai berikut: Bapak Setiabudi mengusulkan nama Desa Sidaurip; Bapak Siswoyo mengusulkan  nama  Desa Jatisari, Bapak Sutrasno mengusulkan nama Desa Mekarsari.

Hasil Keputusan Musyawarah sepakat memakai nama Desa Sidaurip, dengan alasan supaya desa benar- benar urip (SIDAURIP).  dalam bahasa Indonesia (JADI HIDUP).

Desa Sidaurip adalah Desa paling  timur di wilayah  Kecamatan Kawunganten,  Kabupaten   Cilacap, Propinsi Jawa Tengah Batas-batasnya sebagai berikut: di sebelah barat ada Desa Kubangkangkung, di sebelah timur ada Desa Jeruklegi Kulon, di sebelah  utara ada Desa Mentasan, dan di sebelah selatan ada Desa Brebeg.(*)

Oleh Arohmansyah