Bandung Ketika Itu

Oleh Fayza Azmina Rizquna

Pada tanggal 29 April 2025, saya bersama tiga orang teman memutuskan untuk melakukan perjalanan singkat ke Bandung. Perjalanan ini kami rencanakan sebagai bentuk pelepas penat setelah melewati masa-masa yang cukup melelahkan, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer yang biasa orang kenal sebagai UTBK. Setelah berhari-hari berkutat dengan buku, latihan soal, serta tekanan mental yang tidak sedikit, kami merasa perlu memberikan ruang bagi diri kami untuk beristirahat sejenak dan menikmati waktu bersama.

Kami berangkat ke Bandung pada dini hari agar dapat memaksimalkan waktu di Bandung. Perjalanan yang kami tempuh memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Selama perjalanan, suasana di dalam kendaraan terasa hangat dan penuh canda tawa. Kami saling berbagi cerita tentang pengalaman masing-masing saat mengerjakan utbk mulai dari soal yang sangat sulit, strategi yang digunakan, hingga momen-momen lucu yang terjadi di ruang ujian. Percakapan tersebut membuat perjalanan terasa lebih singkat dan menyenangkan.

Sekitar pukul tujuh pagi, kami akhirnya tiba di Bandung. Udara pagi yang sejuk langsung menyambut kami, memberikan kesan pertama yang menyegarkan setelah melalui perjalanan yang panjang. Tanpa membuang waktu, kami segera menuju ke sebuah restoran untuk sarapan. Di sana, kami menikmati hidangan hangat sambil melanjutkan obrolan yang sempat terhenti di perjalanan. Momen sarapan tersebut terasa begitu sederhana, tetapi penuh makna. 

Setelah puas sarapan dan mengobrol, kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi utama kami hari itu, yaitu Trans Studio Bandung. Tempat tersebut merupakan salah satu wahana hiburan terbesar yang menawarkan berbagai permainan dan atraksi menarik. Sesampainya di sana, rasa lelah yang sempat kami rasakan seolah menghilang, tergantikan oleh rasa antusiasme dan kegembiraan.

Kami mencoba berbagai wahana yang tersedia, mulai dari arum jeram buatan yang sangat mengacu pada adrenalin hingga permainan mobil-mobilan yang menghadirkan keseruan tersendiri. Selain wahana permainan, kami juga menyaksikan berbagai pertunjukan dan atraksi yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi kami karena tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan sensasi baru yang sulit dilupakan.

Waktu berlalu begitu cepat hingga tanpa terasa hari mulai beranjak malam. Kami memutuskan untuk mengakhiri aktivitas kami di Trans Studio Bandung dan melanjutkan perjalanan menuju hotel untuk melakukan check-in. Setelah mendapatkan kamar, kami beristirahat sejenak guna memulihkan tenaga. Meskipun tubuh terasa lelah, semangat kami belum surut karena masih ada rencana lain yang ingin kami lakukan pada malam hari.

Pada malam harinya, kami menuju kawasan Braga, salah satu ikon kota Bandung yang terkenal dengan suasana klasik dan keramaian malamnya. Jalanan Braga dipenuhi oleh pengunjung yang sedang berjalan santai, menikmati suasana kota, serta berbagai pertunjukan seni yang ada di sekitarnya. Kami pun ikut larut dalam suasana tersebut. Kami berjalan menyusuri jalanan Braga, berhenti di beberapa titik untuk berfoto ria, serta menikmati suasana malam yang khas.

Kami berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengabdikan momen kebersamaan melalui foto-foto yang kami ambil. Tanpa disadari, waktu telah menunjukkan hampir tengah malam. Rasa puas dan bahagia begitu terasa, seolah semua penat yang sebelumnya kami rasakan telah terbayar. Namun, kami tetap harus kembali ke hotel untuk beristirahat, mengingat keesokan harinya kami masih memiliki agenda lain sebelum kembali ke kota asal.

Keesokan harinya, kami bangun dengan perasaan yang segar meskipun waktu istirahat tidak terlalu lama. Setelah bersiap-siap dan melakukan check-out dari hotel, kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi terakhir, yaitu Kiara Artha Park. Tempat tersebut menawarkan suasana ruang terbuka yang luas dengan berbagai fasilitas rekreasi.

Setibanya di sana, kami menghabiskan waktu dengan bersantai sambil menikmati suasana siang yang cukup terik. Meskipun cuaca terasa panas, hal tersebut tidak mengurangi semangat kami untuk menikmati waktu bersama. Setelah beberapa saat, kami mulai merasa bosan hanya duduk saja dan akhirnya memutuskan untuk berkeliling area taman.

Saat berkeliling, kami menemukan sebuah area permainan yang cukup menarik, yang di dalamnya terdapat trampolin dan berbagai permainan lainnya. Tanpa ragu, kami langsung mencoba permainan tersebut. Kami melompat, tertawa, dan menikmati setiap momen dengan penuh kegembiraan. Rasa lelah kembali muncul, tetapi kali ini terasa menyenangkan karena disertai dengan kebahagiaan. 

Momen tersebut menjadi penutup yang sempurna untuk perjalanan kami di Bandung. Kami merasa benar-benar menikmati waktu yang ada, hingga sejenak melupakan berbagai masalah dan tekanan yang sebelumnya kami hadapi. Setelah puas bermain, kami pun menyadari bahwa sudah waktunya untuk kembali ke kota asal kami.

Perjalanan pulang yang kami jalani dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, kami merasa sedih, tetapi di sisi lain, kami juga merasa sangat bahagia dan puas. Pengalaman yang kami dapatkan selama dua hari tersebut menjadi kenangan yang berharga. Tidak hanya sebagai bentuk hiburan setelah utbk, tetapi juga sebagai momen yang mempererat persahabatan kami.

Sesampainya di rumah masing-masing, kami kembali pada aktivitas sehari-hari. Namun, perjalanan singkat ke Bandung tersebut meninggalkan kesan mendalam yang tidak mudah dilupakan. Bagi kami, perjalanan itu bukan sekadar liburan, melainkan sebuah pengalaman yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha dan istirahat, serta menghargai waktu bersama orang-orang terdekat.(*)