WUJUDKAN DESA SERANG BERKELANJUTAN, MAHASISWA KKN GIAT 16 UNNES HADIRKAN LUBANG BIOPORI SEBAGAI IMPLEMENTASI SDGs

Mahasiswa GIAT 16 UNNES yang terdiri dari Ilham, Indah, Karinda, Rizki Ayu, Ara, Rosa, Fadlilah, Junjung, Ardhy, dan Bintang dengan dibimbing oleh Ibu Rossi Galih Kesuma, S.Pd.,M.Pd melakukan pengabdiannya di Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara dengan melakukan pembuatan lubang biopori yang dilaksanakan pada 7 Agustus hingga 12 Agustus. Program kerja ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis masyarakat Desa Serang Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Program kerja biopori ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga desa sebagai tempat pembuangan sampah organik rumah tangga yang kemudian dapat terurai dan dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Dengan demikian, sampah organik yang yang telah terurai dengan jangka waktu kurang lebih 2 sampai 3 bulan akan menjadi limbah dan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan masyarakat di bidang pertanian.  Pemikiran ini didasarkan pada kebutuhan warga desa yang mana mereka membutuhkan pupuk kompos sebagai media tanam. Hal ini menjadi wujud pengimplementasian kampus berdampak UNNES dan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa GIAT 16 UNNES di Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara

              Program kerja ini dilaksanakan oleh Mahasiswa GIAT 16 UNNES dengan mempertimbangkan jumlah kebutuhan pada masing-masing dukuh, sehingga mahasiswa GIAT 16 UNNES membuat sebanyak 28 lubang biopori yang dibagikan di setiap dukuh.

Proses Pembuatan Lubang Biopori

Selain dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik, lubang biopori juga memiliki manfaat dalam membantu penyerapan air ke dalam tanah. Hal tersebut menjadi semakin relevan dengan kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung. Air yang masuk melalui lubang biopori dapat membantu meningkatkan resapan air sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kondisi lingkungan dan ketersediaan air di dalam tanah. 

              Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat Desa Serang. Bapak Kuswandi selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Serang menyampaikan bahwa program kerja tersebut memberikan dampak positif, khususnya bagi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani. 

              “Menurut saya program kerja ini sangat membantu warga Desa Serang, karena kan juga kebanyakan warga sini berpenghasilan dari petani itu dan pastinya setiap petani membutuhkan yang namanya pupuk kompos” ujar Bapak Kuswandi

              Sementara itu, Bapak Joko selaku Kepala Seksi Perencanaan Desa Serang mengungkapkan bahwa program biopori juga dapat membantu masyarakat dalam mengurangi sampah rumah tangga. 
“Justru program kerja ini dapat membantu warga Desa Serang untuk mengurangi sampah rumah tangga. Selain itu, kan juga memiliki manfaat untuk tanaman kita. Menurut saya sangat mendukung sih” Ujar Bapak Joko selaku kepala seksi perencanaan di Desa Serang Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara.

Proses Pembuatan Lubang Biopori

Dengan adanya program kerja ini, mahasiswa KKN GIAT 16 yang bertempatan di Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara mengharapkan bahwa lubang bipori tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Adapun kelanjutan program kerja ini mahasiswa GIAT 16 UNNES memberikan pesan kepada seluruh warga Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, terutama pada perangkat desa untuk tetap menggunakan dan menjaga lubang biopori tersebut walaupun mahasiswa GIAT 16 UNNES telah meninggalkan Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.

Hasil akhir Lubang Biopori