PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ASN MENGAJAR SEMARANG: MENGEKSPRESIKAN DIRI MELALUI MENULIS KREATIF PUISI

Semarang – Kreativitas menjadi kunci penting dalam mengembangkan potensi diri, termasuk di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) muda. Melihat potensi tersebut, mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2025Universitas Negeri Semarang melaksanakan program “Pemberdayaan Komunitas ASN Mengajar Semarang dalam Mengekspresikan Diri Melalui Menulis Kreatif Puisi” yang sukses digelar pada hari Minggu, 06 April 2025.

Program ini bertujuan untuk mendorong ASN Mengajar Semarang yang menjadi sebuah komunitas relawan pendidikan, agar mampu menyalurkan ide, gagasan, dan ekspresi personal melalui karya sastra, khususnya puisi. Kegiatan berlangsung di Balai Soponyono RW XI, Jl. Ronggowarsito, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini juga menghadirkan suasana belajar yang inspiratif melalui berbagai sesi, mulai dari pelatihan penulisan kreatif, diskusi sastra, praktik cipta puisi hingga pembacaan puisi.

Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Suseno, S.Pd., M.A. dan ketua tim mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2025. Ketua tim projek pemberdayaan yaitu Faiz Amriana, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting karena puisi bukan hanya media berekspresi, tetapi juga alat untuk meningkatkan kepekaan sosial dan memperdalam literasi emosional ASN muda.

Menurut Eka Sifa Ariyanti, anggota tim pelaksana, kegiatan ini juga berpendapat bahwa sangat selaras dengan visi PPG dalam membentuk calon pendidik yang adaptif, kreatif, dan humanis. “Melalui pelatihan kreatif puisi ini, kami berharap ASN Mengajar Semarang dapat meningkatkan kemampuan literasi emosional, memperkaya metode mengajar, serta menjadi agen perubahan inspiratif di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Kak Satrio Ar Razy Nur Widaputra, ketua Komunitas ASN Mengajar Semarang berpendapat, bahwa kegiatan ini membuka cara baru dalam memahami diri sendiri dan lingkungan sekitar. “Saya merasa lebih bebas mengekspresikan perasaan dan gagasan, sesuatu yang jarang kami lakukan dalam rutinitas sehari-hari,” tuturnya.

Pemberdayaan ini dilanjutkan dengan adanya implementasi kepada anak sasaran komunitas ASN Mengajar Semarang untuk dapat mengekspresikan diri melalui menulis kreatif puisi secara praktik nyata. Mahasiswa PPG juga tetap melakukan pendampingan kegiatan implementasi terhadap anak sasaran komunitas ASN Mengajar Semarang. Menariknya, mahasiswa PPG Unnes Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2025, akan publikasi karyaa dengan membukukan karya-karya puisi hasil kegiatan pemberdayaan ini menjadi sebuah buku antologi puisi. Penerbitan buku ini diharapkan menjadi dokumentasi inspiratif sekaligus ruang aktualisasi bagi ASN muda dan anak penerus bangsa yang telah menuangkan suara dan pikirannya dalam bentuk karya sastra.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pengabdian masyarakat mahasiswa PPG UNNES, sekaligus bentuk nyata komitmen calon guru masa depan untuk memperkaya ruang belajar komunitas, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di berbagai elemen masyarakat. Melalui program ini, diharapkan para ASN Mengajar Semarang terus mengembangkan bakat literasi mereka, membawa semangat kreatif ke ruang-ruang pendidikan, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.