Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang istimewa sebagai bahasa resmi dan Bahasa Nasional, yang tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga simbol identitas nasional. Seiring perkembangan zaman dan globalisasi, bahasa Indonesia menghadapi berbagai tantangan, terutama oleh pengaruh bahasa asing. Meskipun begitu, peran bahasa Indonesia dalam memperkokoh persatuan bangsa tetap vital.
Bahasa Indonesia lahir dari akar bahasa Melayu yang telah digunakan di kepulauan Nusantara sebagai lingua franca sejak abad ke-7. Bahasa Melayu berperan penting dalam perdagangan dan komunikasi antarsuku dan bangsa di Asia Tenggara. Pada saat penjajahan Belanda, bahasa Melayu menjadi bahasa yang digunakan dalam pendidikan dan administrasi oleh pemerintah kolonial.
Puncak pengakuan terhadap bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional terjadi pada
28 Oktober 1928 melalui Sumpah Pemuda. Para pemuda Indonesia kala itu mengikrarkan tiga poin utama: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu bahasa Indonesia. Momen tersebut menjadi tonggak penting yang menegaskan bahwa bahasa Indonesia adalah alat pemersatu bangsa. Setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945, bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa negara melalui UUD 1945 Pasal 36.
Bahasa Indonesia memiliki beberapa kedudukan utama dalam kehidupan masyarakat dan negara Indonesia. Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, kedudukan bahasa Indonesia ditegaskan sebagai berikut: (1) Bahasa Resmi Negara: bahasa Indonesia digunakan dalam semua aktivitas resmi negara, termasuk pemerintahan, pendidikan, peraturan hukum, serta media komunikasi massa; (2) Bahasa Nasional: bahasa Indonesia adalah bahasa yang mempersatukan masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang beragam; dan (3) Bahasa Pendidikan: bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan nasional, yang wajib diajarkan di setiap jenjang pendidikan untuk memastikan pemahaman yang merata.
Tantangan
Bahasa Indonesia menghadapi tantangan besar pada era globalisasi. Pengaruh bahasa asing, terutama bahasa Inggris, masuk dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Fenomena itu terlihat jelas di media sosial, periklanan, serta percakapan sehari-hari yang semakin banyak menggunakan kata-kata asing atau istilah serapan yang belum terstandarisasi dalam bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa asing yang berlebihan dapat memengaruhi kemurnian bahasa Indonesia dan membuat generasi muda kurang menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Tantangan lain datang dari perkembangan teknologi digital yang mengandalkan banyak istilah teknis dalam bahasa asing. Kurangnya padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk istilah teknologi modern membuat banyak masyarakat lebih memilih menggunakan kata asing secara langsung. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan tergerusnya bahasa Indonesia jika tidak ada upaya yang serius untuk mengatasi masalah ini.
Pemerintah dan berbagai pihak terkait telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mempertahankan dan memajukan bahasa Indonesia. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain pembinaan dan pengembangan Bahasa, penguatan peran bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan, sosialisasi melalui media sosial dan budaya populer, serta mengembangkan padanan istilah baru.
Selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peran besar dalam menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia. Kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia harus ditanamkan pada diri setiap warga negara. Masyarakat bisa mendukung pelestarian bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan menghargai dan menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari kebudayaan.
Bahasa Indonesia adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Dengan kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi, bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam mempererat persatuan bangsa dan membentuk identitas nasional. Di tengah derasnya arus globalisasi, bahasa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk pengaruh bahasa asing dan perkembangan teknologi. Namun, dengan adanya kesadaran dan upaya dari berbagai pihak, bahasa Indonesia dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai simbol kebanggaan bangsa. (*)
Oleh Yulian Rahman Widodo