Remaja Tewas Setelah Operasi oleh Dokter Palsu di India

Selasa, 24 September 2024 18.00 WIB 

Foto: Ilustrasi operasi. [Freepik]( https://www.freepik.com/author/gpointstudio)

Semarang – Pada 6 September 2024 tragedi menyedihkan terjadi di India ketika seorang remaja berusia 15 tahun, Krishna Kumar kehilangan nyawanya setelah menjalani operasi pengangkatan batu empedu pada Jumat (6/9/2024). Operasi tersebut diduga dilakukan oleh Dokter yang tidak berlisensi, yang mengandalkan video tutorial dari YouTube sebagai panduan. Dilansir dari India Times, Krishna Kumar sebelumnya mengalami sakit perut dan muntah-muntah. Melihat kondisi putra mereka semakin memburuk keluarga Kumar memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Ganpati, berharap dapat meringankan rasa sakit yang diderita. Namun ketakutan terburuk mereka terjadi ketika dokter bernama Ajit Kumar Puri menyatakan bahwa Krishna Kumar harus segera dioperasi. “Kami hanya ingin muntahnya berhenti, tetapi dokter tetap melanjutkan operasi tanpa memberi tahu kami tentang risikonya,” ucap pihak keluarga dikutip dari Hindustan Times, Rabu (11/9/2024). Keluarga Kumar mengklaim bahwa Puri menggunakan video tutorial dari YouTube untuk menjalankan prosedur medis tersebut.

Setelah menjalani operasi kondisi Krishna Kumar semakin memburuk. Puri kemudian mengatur ambulans untuk membawa Krishna Kumar ke rumah sakit lain, tetapi sayangnya remaja tersebut meninggal dalam perjalanan. Keluarga menduga bahwa dokter dan stafnya meninggalkan jenazah Krishna Kumar di rumah sakit sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Keluarga kemudian melaporkan Puri dan stafnya kepada polisi, menuduh Puri melakukan kelalaian dan menjalankan praktik medis tanpa kualifikasi yang memadai. Saat ini, pihak keluarga telah mengajukan pengaduan ke polisi setempat dengan tuduhan malapraktik. Mereka menuntut bahwa tindakan Puri yang tidak memenuhi syarat dan kurangnya pengalaman telah menyebabkan kematian anak mereka. Insiden tragis ini menyoroti bahaya dari praktik dokter palsu dan pentingnya verifikasi kualifikasi serta kredensial profesional medis. Kepolisian saat ini melakukan razia untuk menangkap tersangka. Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya memilih dokter yang kredibel dan memastikan bahwa mereka memiliki kualifikasi yang sesuai untuk melakukan tindakan medis.

Muhammad Novan Maulana, Herlina Novita Sari, Meca Chelsillia Ayunindar Putri, Zidan Muhammad Zamzami, Muhammad Rakha Jidane Setiawan