
Anter Venus, Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), mengemukakan bahwa skripsi adalah sarana pembelajaran yang mengajarkan kepada mahasiswa cara berpikir secara ilmiah. Dia memandang kampus sebagai lingkungan yang seharusnya mendorong masyarakat ilmiah untuk mengutamakan penggunaan data, fakta, dan hasil riset dalam berbagai konteks.
“Skripsi sering kali menjadi bagian penting di perguruan tinggi karena mengajarkan mahasiswa tentang struktur berpikir dan cara berpikir ilmiah,” kata Anter di kampus UPNVJ Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 4 September 2023.
Dia juga menekankan bahwa skripsi memberikan pengajaran tentang etika dalam melakukan riset, sehingga hasil penelitian yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. Walaupun demikian, dia mengakui bahwa skripsi bukanlah satu-satunya cara bagi mahasiswa untuk mencapai kelulusan.
Dalam konteks kebijakan skripsi yang tidak wajib sebagai tugas akhir mahasiswa S1, Anter menjelaskan bahwa UPNVJ telah menerapkan kebijakan serupa sejak tahun 2019. Namun, sebagian besar mahasiswa masih memilih untuk menyelesaikan skripsi sebagai tugas akhir mereka.
“Mereka lebih memilih untuk menyelesaikan skripsi daripada tugas akhir lainnya. Artikel juga ada, tetapi hanya sekitar satu persen yang memilih untuk menyelesaikan artikel. Sebagian besar mahasiswa memilih untuk menyelesaikan skripsi konvensional, mungkin karena dianggap lebih mudah,” ungkapnya.
Anter berpendapat bahwa banyak mahasiswa lebih suka menyelesaikan skripsi karena dianggap lebih mudah dibandingkan dengan tugas akhir alternatif. Selain itu, kemungkinan untuk mendapatkan referensi yang tersedia dalam berbagai bentuk juga membuat skripsi menjadi pilihan yang menarik bagi mereka.
“Mungkin inilah alasan mengapa mahasiswa lebih memilih skripsi. Mereka melihatnya sebagai opsi yang paling mudah, hanya perlu mengganti tempat dan subjek penelitian, maka skripsi sudah jadi,” jelasnya.
Berita ini sudah pernah dipublikasikan pada: