Demak-Ruas jalan jalur Demak-Semarang pagi ini tanggal 21 Agustus 2024 mengalami
kemacetan. Proyek perbaikan Jembatan Tuntang Buyaran A membuat jalan menyempit
perbaikan jalan di area Jembatan Tuntang Buyaran A Kecamatan Demak mulai membuat
sejumlah kendaraan hanya bisa melaju di bawah 20 km/jam di jalur Demak-Semarang. Lokasi
proyek perbaikan jembatan ini membuat jalan menyempit, sehingga menimbulkan kemacetan
yang panjang.
Oleh karena itu, demi kelancaran arus kendaraan roda empat di Pantura Demak,
disarankan melintas di Tol Semarang-Demak. Pasalnya, kendaraan roda dua dan roda empat
yang melintasi ruas jalan tersebut tidak bisa memacu kendaraannya secara normal karena
adanya proyek tersebut sebagai informasi, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas dari Semarang
menuju Demak satu lajur non aktif dan satu lajur aktif, sehingga pengguna jalan melintas secara
bergantian. Akibat kejadian ini para pengguna jalan akan terganggu terutama pengguna motor
dan mobil. Oleh karena itu, Polres Demak melakukan pengalihan arus jalan ini pada tanggal 21
Agustus 2024.
Di sana juga terlihat beberapa petugas dari Satlantas Polres Demak Kota yang
ditempatkan di dua titik perbaikan Jembatan Tuntang Buyaran A. Mereka tampak mengatur arus
lalu lintas karena di sepanjang jalan kendaraan terlihat saling mendahului. Apalagi saat
melewati jalanan di samping proyek perbaikan. Pihak Polres Demak mengimbau bagi pengguna
jalan terkhusus roda empat, bus, truk, dan kendaraan yang memiliki ukuran besar yang datang
dari arah Demak atau arah sebaliknya supaya melewati jalur alternatif atau lewat Tol Sayung
hinggal exit Tol Demak, sementara pengguna kendaran beroda dua dan kendaraan kecil
melewati jalur contraflow.
Kerusakan jembatan ini diduga disebabkan oleh usia jembatan yang cukup lama dan
sering di lalui oleh kendaran berat. Jalur jembatan ini penghubung antara Demak- Semarang,
sehingga jembatan ini sangat penting untuk mobilitas masyarkat dan distribusi barang. Selama
masa perbaikan jalur pengalihan akan di perlakukan untuk kendaraan roda empat dan roda
enam yang tidak memiliki kelebihan kapasitas.
Kelompok 4
- Eliya Rohania Husna
- Fathan Iqbal ‘Afi
- Gea Istifara Noviandini
- Nabila Zahra Safanah
- Wafa Khoirunnisa