Tim Pengabdian Unnes Gelar Pendampingan Penanaman Karakter di Sekolah Lingkar Kampus, Semarang

Semarang, 11 Juli 2025 — Kegiatan Pendampingan Komunitas Pendidikan dalam Penanaman Karakter yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Sekolah Lingkar Kampus sekitar area kampus Unnes, Kota Semarang, telah sukses dilaksanakan dari 22 Juni hingga 11 Juli 2025.

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 10 sekolah di sekitar kampus, yang berfokus pada penanaman nilai-nilai karakter positif pada siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter yang kuat dan positif pada siswa-siswa di sekolah-sekolah yang terlibat. Melalui kegiatan ini, Unnes berupaya memperkenalkan siswa pada nilai-nilai moral yang mendalam dan mengajarkan mereka untuk tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara karakter. Dengan tujuan memperkuat fondasi karakter siswa, program ini berupaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga dalam hal nilai-nilai kehidupan yang akan mendukung mereka dalam kehidupan sosial dan profesional di masa depan.

Kegiatan ini menggunakan metode partisipatif dan interaktif, dengan pelatihan kepemimpinan, diskusi kelompok, serta kegiatan luar kelas yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan kepemimpinan yang bertujuan membangun rasa tanggung jawab, kerja sama, dan disiplin. Salah satu pendekatan utama yang diterapkan adalah simulasi peran, yang memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai karakter dalam situasi kehidupan sehari-hari.

Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd., salah satu anggota tim pengabdian, menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam pembelajaran karakter, mengatakan, “Kami ingin menciptakan pengalaman yang nyata bagi siswa agar mereka dapat merasakan langsung bagaimana nilai-nilai karakter ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode ini, siswa lebih mudah menyerap dan menerapkannya dalam kehidupan mereka.” Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan diskusi terbuka yang melibatkan para siswa untuk berbicara tentang tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana nilai-nilai karakter bisa membantu mereka mengatasi tantangan tersebut.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Prof. Dr. Ngabiyanto, M.Si., yang menjabat sebagai Ketua Tim Pengabdian Unnes. Dalam sambutannya, Prof. Ngabiyanto menyampaikan pentingnya penanaman karakter sejak dini, agar siswa dapat memiliki dasar moral yang kuat dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang meningkatkan akademik, tetapi juga mencetak generasi yang memiliki kepedulian dan integritas tinggi. Selain Prof. Ngabiyanto, anggota tim pengabdian yang turut berperan aktif dalam kegiatan ini adalah Dr. Isnarto, M.Si., Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd., Arka Yanitama, S.Si., M.Si., Rossi Galih Kesuma S.Pd., M.Pd., Nur Riwayati, S.Pd., Agustin Linawati, Salsabila Budi Utami, dan Hanum Sa’ada Fidaroeni.

Kegiatan ini juga melibatkan Galih Suci Pratama, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN 3 Sadeng, yang mendukung penuh pelaksanaan program di sekolah-sekolah yang terlibat. Selain itu, Amilia Buana dari Komunitas Pendidikan Semarang turut berkolaborasi dengan Unnes untuk memastikan keberhasilan program ini, menjalin hubungan yang erat antara pihak perguruan tinggi dan sekolah-sekolah di sekitar kampus.

Program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk dari Galih Suci Pratama, Kepala SDN 3 Sadeng, yang mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat karakter siswa. Galih menyatakan, “Siswa-siswa kami sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Penanaman karakter yang diberikan oleh Unnes sangat relevan dengan kebutuhan mereka. Ini membantu mereka untuk tidak hanya belajar akademik, tetapi juga untuk memahami nilai-nilai kehidupan yang sangat penting.”

Selain itu, Amilia Buana dari Komunitas Pendidikan Semarang juga memberikan apresiasi terhadap program ini, mengatakan, “Kolaborasi antara Unnes, sekolah-sekolah, dan komunitas pendidikan sangat efektif dalam memperkenalkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat lebih banyak siswa di Semarang.”

Dampak positif dari kegiatan ini sudah mulai terlihat, dengan siswa-siswa yang sebelumnya kurang percaya diri dalam berinteraksi di kelas kini menunjukkan perubahan signifikan dalam hal kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Salah satu siswa, Rina, mengungkapkan bahwa setelah mengikuti program ini, ia merasa lebih percaya diri dan berani mengambil tanggung jawab dalam kelompok. “Sekarang saya merasa lebih percaya diri dan lebih bisa bekerja sama dengan teman-teman,” ujar Rina dengan penuh semangat. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga mengubah pola pikir dan sikap siswa secara keseluruhan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, tim pengabdian Unnes merencanakan untuk mengadakan pendampingan lanjutan bagi siswa yang masih membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam penguatan karakter. Program ini juga direncanakan untuk diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Semarang. Prof. Ngabiyanto menyatakan, “Kami berencana untuk terus melanjutkan program ini dan memperluasnya ke lebih banyak sekolah di Semarang. Kami percaya bahwa penanaman karakter adalah kunci untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.”

Harapan dari program ini adalah agar penanaman karakter menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di Indonesia. Prof. Ngabiyanto menambahkan, “Kami ingin program ini menjadi contoh dan model yang dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Penanaman karakter harus dimulai sejak dini, dan itu adalah langkah pertama dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik.” Melalui program ini, Unnes dan komunitas pendidikan berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, yang akan menjadi pemimpin masa depan yang penuh integritas.

Secara keseluruhan, kegiatan Pendampingan Penanaman Karakter di Sekolah Lingkar Kampus Unnes ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang sangat positif dalam membentuk karakter generasi muda. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat sekitar, menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pengembangan karakter siswa.