Self-Love, Menjadi Sahabat Terbaik bagi Diri Sendiri

Kita cenderung merawat orang lain lebih baik daripada merawat diri sendiri. Kapan terakhir kali Anda benar-benar mendengarkan apa yang dibutuhkan hati Anda?

Sikap menghargai diri sendiri dengan menerima kelebihan dan kekurangan, merawat kesehatan fisik dan mental, serta memenuhi kebutuhan diri secara positif, itulah yang disebut dengan self- love, mencintai diri sendiri. Tahukah Anda, self-love bukanlah bentuk keegoisan melainkan kebutuhan dasar kita sebagai manusia. Penerapan self-love dapat membuat kita menerima diri sendiri dengan apa adanya.

Sulitnya menerima diri dengan apa adanya serta merasa tidak nyaman menunjukkan sifat asli diri sendiri ialah sebuah kondisi yang bisa memberi beban pada mental seseorang. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut akan mengarah pada masalah psikologis yang lebih mengganggu.

Dari sejumlah penelitian, orang dengan self-love yang rendah lebih mudah terserang penyakit mental seperti, gangguan cemas, depresi, gangguan pada nafsu makan, serta rasa tidak puas meskipun sudah melakukan yang terbaik untuk orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mampu menerima dan menghargai diri sendiri agar kondisi mental bisa menjadi lebih sehat.

Di sini kita akan mengungkap lima aspek penting dari self-love yang sering kita abaikan. Mencintai diri sendiri merupakan langkah awal untuk pemulihan, baik untuk kesehatan mental maupun emosional.

  1.  Memberi Izin untuk Beristirahat Tanpa Rasa Bersalah.

Istirahat sebenarnya adalah jeda dari beban mental, bukan hanya fisik. Yang sering dilakukan, merasa wajib kerja atau belajar terus-menerus. Istirahat sebentar saja akan menganggap diri sendiri sebagai pemalas. Tubuh dan pikiran kita bukanlah mesin. Istirahat bukan tanda kelemahan, tetapi investasi energi agar kita dapat kembali produktif.

  1.  Berani Menetapkan Batasan (Boundary setting).

Batasan melindungi energi dan waktu Anda. Sulit untuk mengatakan ‘tidak’ adalah bentuk pengabaian diri. Contohnya, karena merasa tidak enak untuk menolak, kita selalu mengiyakan semua permintaan orang lain, meskipun itu berarti kita mengorbankan waktu pribadi dan menguras energi. Sering kali kita takut mengatakan ‘tidak’ karena takut dijauhi ataupun karena ketakutan yang lain. Mulailah latih diri Anda mengatakan, “Terima kasih sudah meminta, tapi saya harus menolaknya, karena diri saya sendiri lebih butuh saat ini.” Sampaikanlah dengan bahasa yang sesopan mungkin.

  1. Mengganti Kritik Diri dengan Empati (Self-Compassion).

Kita berbicara kasar pada diri sendiri, suatu hal yang tidak akan pernah kita ucapkan pada teman. Contohnya, saat membuat kesalahan banyak orang cenderung mengatakan “Saya benar-benar bodoh.” Dan kata-kata buruk lainnya. Perlakukanlah diri sendiri seperti Anda memperlakukan sahabat terbaik Anda. Daripada mengatakan “Saya bodoh!”, lebih baik katakan “Ini sulit, dan saya akan belajar darinya.”

  1. Menerima Ketidaksempurnaan Diri.

Semua orang pasti memiliki kekurangan yang ingin ditutupi, karena itu kita tidak perlu merasa kurang percaya diri dengan kekurangan yang kita miliki. Menyadari bahwa diri yang ‘cukup’ sudah sangat berharga. Kita tidak harus selalu sempurna. Cobalah untuk memberikan afirmasi harian rutin untuk diri sendiri. Sebagai contoh, “Saya sudah melakukan yang terbaik hari ini, dan itu sudah cukup”

  1. Meninggalkan Pertemanan maupun lingkungan yang negatif.

Yang sering dilakukan, bertahan dalam pertemanan atau lingkungan kerja yang membuat kita tidak nyaman, selalu direndahkan, atau justru menjadikan kita toxic (beracun), hanya karena kita merasa takut sendirian atau takut dianggap jahat. Kita berhak berada di lingkungan yang mendukung dan menghargai diri kita apa adanya. Mulailah cari pertemanan dan lingkungan yang baik demi kebaikan kita.

Mulai hari ini, mari kita menjadi sahabat terbaik bagi diri sendiri. Mencintai diri sendiri bukan hanya soal perawatan tubuh dan membeli barang mewah. Ini adalah tentang menghormati kebutuhan kita, mendengarkan hati kita, dan menjaga energi kita tetap positif. Saat ini, bolehkah saya meminta Anda memeluk diri sendiri seperti Anda memeluk orang yang paling Anda cintai. Salurkan rasa cinta yang selama ini tidak pernah Anda berikan pada diri sendiri.

Menerapkan self-love memang tidak selalu mudah, namun dengan mempraktikkan kiat-kiat di atas secara bertahap, kita dapat belajar untuk lebih mencintai dan menghargai diri sendiri seiring waktu. Dari kelima aspek penting tersebut, cobalah praktikkan satu bentuk self-love hari ini. Ingatlah, seperti kutipan populer, “Kamu akan menghabiskan seluruh hidupmu dengan diri sendiri, jadi bangunlah hubungan cinta yang baik dengannya.” Jadi, kebaikan apa yang akan Anda berikan untuk diri sendiri saat ini?(*)

Oleh Asykira En Es Larasati