Tragedi Perenggutan Nyawa Peristiwa Kanjuruhan 1 Oktober 2022 Silam

24 September 2024 

Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 

REUTERS TV

Semarang, 1 Oktober 2022 merupakan hari berkabungnya dunia olahraga terutama dalam  sepak bola Indonesia. Tragedi Kanjuruhan yang memakan banyak korban jiwa dan juga meninggalkan trauma yang besar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, terjadi pasca pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada hari Sabtu (1/10/2022). Dalam tragedi ini menelan banyak korban dimana hingga saat ini tercatat ada 132 orang yaitu 90 orang laki-laki dan 42 perempuan meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka ringan hingga luka berat yang di larikan ke rumah sakit (Kemenko PMK).

Kerusuhan bermula saat kekalahan Arema dari Persebaya 2-3 dalam lanjutan liga 1. Kekalahan Arema ini membuat sekumpulan penonton menerobos ke dalam lapangan hijau. Situasi semakin tak terkendali ketika aparat kepolisian menembakkan gas air mata kearah tribun penonton. Tujuan aparat kepolisian untuk membubarkan suporter. Namun, tembakan gas air mata itu ternyata berubah menjadi malapetaka. Para suporter panik, kemudian berdesak-desakan  menuju pintu keluar stadion. Akses stadion yang tidak mampu menampung ribuan orang membuat para penonton terjebak di ambang pintu arena. Naasnya, sejumlah pintu stadion termasuk gate 13 tidak terbuka sepenuhnya dan petugas serta steward tidak ada di tempat. Sementara itu, kondisi dalam stadion kanjuruhan seperti neraka. Mengakibatkan sejumlah korban tergeletak tak sadarkan diri. Mobil-mobil polisi pun ikut terbakar. Korban yang awalnya hitungan jari, lalu mencapai puluhan, hingga akhirnya mencapai 132 orang meninggal sia-sia.

Dalam tragedi Kanjuruhan, polisi menetapkan enam tersangka. Akhmad Hadian Lukita (Direktur utama PT Liga Indonesia Batu), Abdul Haris (Ketua panitia pelaksanaan Arema FC), Suko Sutrisno (Security Officer), Wahyu Setyo Pranoto (Kabagops Polres Malang), Hasdarman (Dangki III Brimob Polda Jawa Timur), Bambang Sidiq Ahmadi (Kasat Samabta Polres Malang), tiga tersangka dijerat dengan pasal 359 dan pasal 360 dan 103 ayat 1 juncto pasal 52 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan.

Kompetisi sepak bola Indonesia dalam hal ini Liga 1 dan Liga 2 juga sempat berhenti total setelah tragedi terjadi.  Kini, Liga 1 dan Liga 2 menerapkan larangan suporter tandang sebagai penerapan transformasi sepak bola yang direkomendasikan FIFA. Buntut dari terjadinya tragedi ini sepak bola Indonesia sempat vakum kembali. Liga 1 2022/2023 pada akhirnya baru bisa dilanjutkan lagi pada 5 desember 2022 pemerintah. Dengan terjadinya peristiwa Kanjuruhan ini pemerintah juga memastikan akan menangung biaya perawatan seluruh korban tragedi yang terjadi di stadion dengan biaya gratis dari negara atau dari pemerintah. Saat ini, kondisi gate 13 masih menyisakan tangga dan toilet di bawahnya. Juga pagar besi di sisi atas tangga. Sementara pintu besi warna biru masih menempel di ujung tangga sisi bawah. PT Waskita Karya selaku kontraktor renovasi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur akan mengembalikan pintu atau gate 13 Stadion Kanjuruhan yang telah dibongkar seperti semula. 

Annura Sasrti Aurasyifa, Arshi Vinusia, Belia Putri Kunsiyanto, Farrah Suryaningtyas, Inung Lufiana.