
Foto: Hesti Rahayu
Boja– Pasar Malam Ramadan resmi dibuka di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Sabtu (1/4/2024). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kendal bersama masyarakat setempat ini merupakan agenda tahunan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Setidaknya terdapat lebih dari 50 stan memadati area RTH, menawarkan berbagai pilihan kuliner kekinian, beragam wahana permainan tradisional, hingga aksesori lebaran. Pasar malam ini buka setiap hari dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, dan beroperasi hingga dua minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Setiap harinya, pasar malam selalu dipadati masyarakat Boja dan sekitarnya terutama menjelang akhir pekan.
Erna Kusuma Dewi (23), salah seorang pengunjung, mengaku sangat menikmati suasana pasar malam yang terletak di jantung kota ini. “Saya suka naik kora-kora karena bisa bikin happy. Tempatnya selalu ramai, apalagi di akhir pekan,” ujarnya saat mengunjungi pasar malam.
Sementara Adi Nugroho (18) yang baru pertama kali mengunjungi mengungkapkan, “Wahana rumah hantu dan bianglala paling seru. Kalau weekend pengunjungnya bisa lebih banyak lagi.”
Kora-kora, ombak banyu, tong stan, dan bianglala menjadi wahana yang paling banyak diminati pengunjung. Dengan harga tiket rata-rata Rp15.000 per wahana, pasar malam ini dapat dijangkau berbagai kalangan masyarakat. Selain wahana permainannya yang menjadi daya tarik di pasar malam, aneka stan kuliner juga sangat populer di kalangan pengunjung.
Susi Astuti (23), salah seorang pedagang minuman, mengaku pendapatannya meningkat signifikan selama pasar malam berlangsung. “Kalau hari ramai, omzet bisa dua kali lipat dibanding hari biasa. Apalagi setelah jam 7 malam, pengunjung semakin banyak,” jelasnya.
Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Kendal, pengelola RTH, dan masyarakat setempat ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Beberapa pedagang mengaku harus menyewa lapak dengan harga Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per bulan tergantung lokasi. Jika lokasi yang di sewa berada di tengah RTH maka harga yang harus dibayarkan semakin tinggi.
“Tahun ini istimewa karena baru pertama kali diizinkan digelar di RTH Boja. Response masyarakat sangat positif,” ujar salah satu perwakilan pengelola yang enggan disebutkan namanya.
Tahun-tahun sebelumnya pasar malam memang diselenggarakan di lokasi yang sama, namun tahun kemarin setelah RTH dibangun dan resmi dibuka untuk umum, pembukaan pasar malam tidak diizinkan Pemkab Kendal.
“Kami berharap event ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tapi juga bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar selama bulan Ramadan,” pungkas perwakilan pengelola.(*)
Oleh Hesti Rahayu