Banjir bandang yang terjadi pada Kamis, 10 Maret 2011 menerjang sejumlah desa yang ada di Aceh seperti Blang Pandak, Blang Dalam, Layan, Peunalom I, Peunalom II, Kuala Krueng, Krueng Meuriam, Pucok Sa, Pucok Dua, Blang Bungong, Blang Me, dan Ranto Panyang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam. Banjir tersebut mengakibatkan 4 jembatan putus dan jalur nasional yang menghubungkan Pidie-Tangse-Aceh Besar putus. Selain itu, banjir yang terjadi juga menewaskan sebanyak 26 orang dan 3 orang dinyatakan hilang, dan setidaknya ada 425 rumah rusak, mulai dari rusak berat, hancur, hingga rusak ringan. Total kerugian material mencapai Rp. 1 Triliuin.

“Banjir ini terjadi karena pembalakan liar. Catat itu,” tegas Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf, kepada wartawan saat mengunjungi lokasi banjir bandang di Kecamatan Tangse, Pidie, NAD. Gubernur Aceh tersebut menegaskan bahwa banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tangse disebabkan oleh pembalakan liar serta hujan yang turun selama empat hari berturut-turut. Beliau menyaksikan ratusan batang balok kayu bergelimpangan di lokasi bekas banjir, kayu potongan tersebut terbawa oleh banjir dari kawasan hutan. Air bercampur lumpur disertai potongan kayu yang terseret arus banjir juga turut merusak sejumlah fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah. Selain itu, pendangkalan sungai juga menjadi salah satu faktor penyebab banjir bandang di Tangse, kedalaman sungai Peunolam hanya berkisar 2 meter, yang berarti kedalaman ini menunjukkan bahwa sungai tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga mudah meluap dan merusak lingkungan sekitarnya.
Perbaikan terus dilakukan, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf telah menerima dan menyalurkan bantuan dana tunai dari berbagai pihak, seperti dari Kementerian Kesehatan RI, serta memastikan kebutuhan dasar bagi korban seperti anak-anak dan balita terpenuhi. Jajaran kesehatan setempat telah melakukan evakuasi terhadap korban, mendirikan pos kesehatan serta memberikan pelayanan kesehatan. Upaya pencegahan datangnya bencana susulan di Tangse masih dilakukan terus menerus oleh pihak pemerintah melalui BPBD Pidie maupun BNPB dengan turut melibatkan unsur-unsur lokal seperti LSM, pemerintah Gampong dan tokoh-tokoh setempat. Pemerintah melalui BPBD dan BNPB juga telah melakukan serangkaian sosialisasi tentang mitigasi bencana, sosialisasi tersebut dilakukan di sekolah dan beberapa tempat atau daerah yang rawan maupun terdampak bencana.
Nama : Aulia Nafisa Azzahro
NIM : 2502020165
Mata Kuliah : Dasar-Dasar Sintaksis
Rombel : 5