Kerajaan Kediri adalah salah satu kerajaan besar di pulau Jawa yang berkembang pada abad ke-11 hingga 13 Masehi. Terletak di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Provinsi Jawa Timur, kerajaan ini memiliki peran penting dalam sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, khususnya dalam perkembangan budaya, politik, dan ekonomi. Berikut adalah penjelasan mengenai asal-usul terbentuknya Kerajaan Kediri.
Sebelum Kerajaan Kediri berdiri, wilayah Jawa Timur telah dihuni oleh beberapa kerajaan besar yang saling berinteraksi. Salah satu kerajaan yang sangat berpengaruh pada awal terbentuknya Kediri adalah Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Mataram Kuno, yang berpusat di daerah sekitar Yogyakarta dan Magelang, menguasai wilayah Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Namun, setelah runtuhnya Mataram Kuno pada abad ke-10, wilayah-wilayah bekas kekuasaannya mulai terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.
Kerajaan Kediri diperkirakan mulai berdiri sekitar tahun 1042 Masehi, ketika seorang raja bernama Airlangga berhasil menyatukan wilayah-wilayah di Jawa Timur. Airlangga adalah seorang tokoh legendaris dalam sejarah Indonesia yang dikenal sebagai raja yang cerdas dan bijaksana. Pada awalnya, Airlangga memerintah di Kerajaan Mataram Kuno, namun setelah kematian ayahnya, Raja Udayana, kerajaan ini terpecah menjadi dua bagian: satu bagian dipegang oleh Airlangga di Jawa Timur, dan bagian lainnya diberikan kepada saudara-saudara Airlangga.
Airlangga memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahannya ke daerah yang lebih strategis di sekitar Kediri, yang pada waktu itu adalah sebuah daerah yang subur dan kaya akan hasil bumi. Keputusan ini berperan besar dalam perkembangan Kerajaan Kediri sebagai sebuah kerajaan yang kuat dan makmur. Selain itu, lokasi Kediri yang terletak di sepanjang aliran Sungai Brantas juga sangat mendukung aktivitas perdagangan dan pertanian, yang semakin memperkuat ekonomi kerajaan.
Setelah mendirikan kerajaan, Airlangga berhasil mengalahkan berbagai ancaman dari kerajaan-kerajaan tetangga, seperti Kerajaan Bali dan Kerajaan Singhasari yang muncul setelahnya. Airlangga dikenal memiliki kebijakan yang bijaksana dan mampu menjaga kestabilan politik, sosial, dan ekonomi di wilayahnya.
Setelah masa pemerintahan Airlangga, Kediri mengalami puncak kejayaannya di bawah pemerintahan para raja yang berhasil menjaga kelangsungan kerajaan ini. Salah satu tokoh penting setelah Airlangga adalah Raja Jayabaya, yang memerintah sekitar abad ke-12. Jayabaya dikenal karena kebijakan-kebijakan reformis dan juga ramalannya yang terkenal tentang masa depan Jawa. Pemerintahan di bawah Jayabaya memperkuat Kediri sebagai pusat kebudayaan dan perdagangan di Pulau Jawa.
Kerajaan Kediri mulai mengalami kemunduran pada abad ke-13 Masehi, terutama setelah serangan dari Kerajaan Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara. Pada tahun 1222 Masehi, Singhasari berhasil menaklukkan Kediri setelah perang besar yang mengakhiri dominasi Kediri di Jawa Timur. Meskipun demikian, bekas kekuasaan Kediri tetap memengaruhi sejarah kerajaan-kerajaan berikutnya di Pulau Jawa, terutama dalam aspek kebudayaan dan sistem pemerintahan.
Kerajaan Kediri muncul sebagai kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno dan berkembang pesat di bawah kepemimpinan Raja Airlangga. Keberhasilan kerajaan ini didukung oleh letak geografis yang strategis, serta pemerintahan yang bijaksana dan berbasis pada kesejahteraan rakyat. Meskipun kerajaan ini akhirnya runtuh di tangan Kerajaan Singhasari, warisan budaya dan sejarah yang ditinggalkan oleh Kediri tetap memberi pengaruh besar pada perkembangan kerajaan-kerajaan berikutnya di Indonesia.(*)
Oleh Rendy Ekaputra Nugraha