Narkoba dan Pulomas

Narkoba adalah narkotika dan obat-obatan terlarang, merujuk pada zat-zat yang digunakan untuk tujuan medis maupun non-medis, namun berpotensi menimbulkan ketergantungan dan dampak negatif bagi pengguna. Semua orang seharusnya sudah memahami bahayanya narkoba dan efek samping yang akan terjadi jika kita memakainya. Tetapi pengedaran narkoba pun tak kunjung berhenti dan salah satu wilayahnya yaitu berada di Pulomas.

Banyak faktor bisa banyak orang yang memakai narkoba. Kesehatan mental, stres, dan tekanan emosional dapat mendorong seseorang untuk mencoba narkoba. Pengaruh teman, keluarga, dan lingkungan sosial juga berperan dalam risiko penyalahgunaan narkoba. Akses mudah terhadap narkoba di komunitas dapat meningkatkan penyalahgunaan. Permasalahan sosial ekonomi seperti kemiskinan, pengangguran, dan kurangnya Pendidikan dapar meningkatkan kerentanan individu terhadap pengaruh narkoba.

Wilayah Pulomas, yang dulunya berupa sawah dan tanah kosong, kini merupakan Kawasan perumahan elite dan perumah biasa di Jakarta Timur. Perumahan Pulomas didirikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1963 sebagai bagian dari rencana Pembangunan kota satelit di Jakarta Timur. Kawasan ini dikenal dengan nama “pulo” karena dulunya berada di antara sawah – sawah dan kini menjadi tempat tinggal bagi banya keluarga.

Salah satu Kawasan di Pulomas yaitu bernama Mardongan. Pada zaman tahun 70-an terdapat kasus narkoba yang sangat banyak di sekitar pulomas. Mulai dari pengedar narkoba sampai yang memakainya. Zaman dahulu sangat rawan dan narkoba dan bisa dibilang memakai narkoba disana sangat biasa. Dulu orang memakai narkoba di tempat yang terbuka, dan orang – orang tersebut sangat berani karena ketidakpedulian Masyarakat terhadap orang yang memakai dan ada rasa takut.

Pada 1980-an pun akhirnya ada namanya “Petrus” yaitu penembak misterius yang turun ke Pulomas. Kerjanya petrus tersebut adalah menembak penjahat – penjahat yang ada disana karena terlalu banyak dan susah untuk bertobat sehingga adanya kehadiran petrus di Pulomas. Karena adanya petrus, dari tahun ke tahun si pengedar narkoba akhirnya sudah mulai berkurang. Tapi tidak pasti apakah di tahun sekarang masih ada atau tidak, tapi untuk penggunanya jelas masih ada tapi sudah tidak sebanyak dahulu.

Cara menyebarkan narkoba tersebut pun menggunakan teknik yang beragam, ada yang menawarkan dari minuman. Minuman tersebut sudah di campur dengan narkoba lalu dikasih ke orang, jika suka nanti orang tersebut akan meminta terus dan menanyakan resepnya. Lalu teknik dari teman ke teman. Semisal saya punya teman si A, lalu si A memiliki teman yaitu si B dan si B ini dia pengguna narkoba. Si B ini akhirnya bermain dengan saya dan akhirnya si B mulai memakai di sekitar saya, itu bisa saja kita dinyatakan positif narkoba tanpa kita yang memakai.

Dulu pernah ada kejadian ada seorang pemakai narkoba memakai barang tersebut di depan rumah saya, sehingga dia di tegur dan di bawa ke rumah saya untuk di tegur. “sudah kamu jangan makai di sekitar sini lagi.” kata warga. Sekadar menegur dan tidak melapor polisi. Pada tahun itu warga masih menganggap pemakai narkoba sudah biasa di area Pulomas karena terlalu banyaknya orang yang memakai narkoba sehingga warga tidak sudah angkat tangan terhadap orang–orang pemakai dan pengedar narkoba tersebut.

Saya yakin di sekitar saya masih terdapat pengguna narkoba yang lingkungan dekat dengan saya dan saya sering bertemu. Tahun lalu yaitu 2024 baru saja ditangkap pengguna narkoba umur 20an dan orang tersebut ternyata adalah orang di lingkungan gereja saya yang saya pun mengenal dengan dia. Pada tahun 2009 adanya kasus polisi menggrebek pabrik sabu di apartemen Pasadenia Pulomas, di unit no 307 yang sudah diintai oleh polisi 6 bulan. Terdapat barang bukti berupa 3 kg sabu yang sudah siap untuk diperjualbelikan dan 2 kg sabu cair.

Seluruh warga Pulomas berharap agar seluruh pemakai narkoba di Pulomas segera berhenti dan sudah tidak ada lagi. Apalagi sekarang Pulomas sudah ramai dengan remaja – remaja yang sedang beranjak dewasa dan makin banyaknya tempat kuliner dan wisata. Dengan Meningkatkan edukasi tentang bahayanya narkoba, memberikan dukungan sosial, serta memfasilitasi akses ke layanan Kesehatan mental yang akan menjadi langkah penting. Semoga seluruh warga Pulomas dapat bebas/jauh dari pengaruh narkoba dan akhirnya bisa hidup dengan lebih sehat dan produktif.(*)

Oleh Grace Nathania