Pada zaman dahulu, di Purbalingga, hidup seorang gadis bernama Candra Kirana. Candra Kirana dikenal sebagai sosok wanita yang sangat cantik, berhati baik, dan juga cerdas. Ia adalah anak dari seorang petani sederhana, namun memiliki kecerdasan yang luar biasa dan sering memberikan nasihat bijak kepada penduduk desa. Candra Kirana juga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit dan membantu orang yang sedang kesulitan.
Candra Kirana tinggal di sebuah desa yang dikelilingi oleh hutan lebat dan pegunungan, dekat dengan tempat yang kini dikenal sebagai Goa Lawa. Di desa tersebut, terdapat seorang pemuda bernama Raden Bagus, seorang pria tampan dari keluarga bangsawan yang datang ke desa tersebut untuk mencari ilmu. Raden bagus langsung tertarik dengan kecantikan dan kebijaksanaan Candra Kirana, lalu memutuskan untuk mendekatinya. Candra Kirana juga tertarik kepada Raden Bagus. Meskipun banyak pemuda yang berusaha untuk mendapatkan hati Candra Kirana, tetapi ia tidak pernah tertarik pada mereka.
Suatu ketika, Raden Bagus sedang dalam perjalanan pulang dari desa, dia mendengar kabar bahwa banyak orang yang iri dan dengki terhadap hubungan mereka. Para pesaing Raden Bagus menggunakan berbagai cara untuk menjelek-jelekan nama Candra Kirana, bahkan menciptakan fitnah bahwa Candra Kirana memiliki kekuatan gaib. Mendengar hal tersebut, Raden Bagus merasa bimbang dan mulai meragukan cinta Candra Kirana.
Dalam kebingungannya, Candra Kirana memutuskan untuk pergi ke Goa Lawa, sebuah goa yang terletak di kaki Gunung Slamet. Goa tersebut terkanal sebagai tempat yang sangat sepi dan memiliki aura mistis. Candra Kirana memilih untuk bertapa di sana, menghindari keramaian dunia luar dan mencari kedamaian batin. Konon, di dalam goa tersebut, ia melakukan pertapaan selama bertahun-tahun, melakukan doa dan meditasi untuk mendapatkan pencerahan dan jawaban atas semua persaolan yang dihadapinya.
Goa lawa yang pada zaman dahulu dikenal sebagai tempat yang angker dan penuh misteri, mejadi saksi bisu perjalanan spiritual Candra Kirana. Banyak yang percaya bahwa melalui kekuatannya dalam bertapa, Candra Kirana mencapai tingkat kesucian yang tinggi, bahkan ia diyakini memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Masyarakat sekitar percaya bahwa ia bukan hanya seorang wanita cantik, tetapi juga memiliki jiwa yang sangat bijaksana dan penuh cinta kasih. Dalam proses bertapa ini, ia menemukan kedamaian yang selama ini ia cari, dan akhirnya mencapai puncak pencerahan spiritual.
Raden Bagus yang merasa gelisah karena sudah bertahun-tahun, akhirnya memutuskan untuk mencari Candra Kirana. Ia menyadari bahwa ia mencintai Candra Kirana dengan tulus tanpa peduli tentang fitnah atau tuduhan yang dilontarkan orang-orang. Setelah berbulan-bulan mencari, Raden Bagus akhirnya tiba di Goa Lawa. Saat ia melihat Candra Kirana, ia terkesima dengan perubahan yang terjadi pada dirinya. Candra Kirana yang dulunya hanya seorang gadis cantik kini telah menjadi seorang wanita bijaksana dengan cahaya yang memancar dari dalam dirinya. Raden Bagus merasa malu atas ketidaktulusannya dan menyadari bahwa ia telah salah memperlakukan Candra Kirana.
Candra Kirana mengajarkan Raden Bagus bahwa cinta sejati bukanlah tentang penampilan fisik atau harta, melainkan tentang ketulusan hati, pengorbanan, dan kesetiaan. Candra Kirana setelah mencapai pencerahan tidak kembali ke dunia luar. Ia tetap tinggal di Goa Lawa untuk melanjutkan pertapaan dan pengabdiannya kepada tuhan. Raden Bagus, yang kini menyadari kesalahan dan pelajaran yang didapatkan, akhirnya kembali ke kerajannya dan mengabadikan hidupnya untuk kebajikan, menyerahkan pesan tentang cinta sejati yang tidak tergantung pada duniawi. (*)
Oleh Melli Prihatin