Di kota kecil bernama Pati, Jawa Tengah, berdirilah sebuah perusahaan makanan ringan yang kini namanya dikenal luas di seluruh penjuru Indonesia, bahkan hingga mancanegara. PT Dua Kelinci, nama yang terdengar akrab di telinga masyarakat, terutama bagi pecinta kacang tanah berkualitas.
Awal mula perusahaan ini berangkat dari usaha rumahan yang sederhana. Pada tahun 1972, keluarga Sibarani memulai usaha pengemasan ulang kacang tanah yang diberi merek “Sari Gurih”. Kacang tersebut dikemas secara manual dan dijual dalam skala kecil di pasar-pasar sekitar Pati. Namun, siapa sangka, usaha kecil ini memiliki potensi besar.
Tahun 1985 menjadi tonggak sejarah penting ketika merek “Dua Kelinci” resmi digunakan. Nama itu diambil dari gambar dua kelinci yang sebelumnya hanya dijadikan simbol pada kemasan. Seiring berkembangnya waktu, perusahaan ini mulai bertransformasi menjadi industri besar dengan pabrik modern dan teknologi canggih.
Tidak hanya berfokus pada produk kacang tanah, PT Dua Kelinci kemudian memperluas lini produknya, termasuk kacang kulit, kacang polong, keripik, dan minuman isotonik. Inovasi demi inovasi terus dilakukan demi memenuhi selera pasar yang semakin dinamis. Tak heran, produk Dua Kelinci kini bisa ditemukan di rak-rak toko hingga ke luar negeri, seperti di Timur Tengah dan beberapa negara Asia Tenggara.
Selain itu, PT Dua Kelinci juga dikenal aktif dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola. Perusahaan ini pernah menjadi sponsor utama tim nasional Indonesia dan berbagai klub lokal, menunjukkan peran serta mereka dalam membangun semangat nasionalisme dan sportivitas.
Dari sebuah usaha rumahan yang sederhana, kini PT Dua Kelinci telah menjelma menjadi simbol sukses industri makanan Indonesia. Dengan semangat inovasi dan komitmen terhadap kualitas, perusahaan ini terus tumbuh, membanggakan nama Pati dan Indonesia di mata dunia.(*)
Oleh Moh. Anzola Alegra Kurniawan