Legenda Gunung Batu Lampung Selatan

 Di sebuah wilayah subur bernama Tanjung Bintang, Lampung Selatan, berdiri kokoh sebuah batu besar menjulang yang dikenal oleh masyarakat sebagai Gunung Batu. Warga meyakini bahwa batu raksasa ini bukan sekadar formasi alam biasa, melainkan memiliki kisah sakral yang berasal dari masa lampau. Cerita tentang asal-usulnya telah diwariskan turun-temurun sebagai legenda yang menjadi bagian dari identitas budaya setempat.

  Konon, pada zaman dahulu, wilayah Tanjung Bintang mengalami musim kemarau panjang yang memporakporandakan hasil bumi. Sungai mengering, ladang menguning, dan masyarakat hidup dalam penderitaan. Saat itulah muncul seorang pemuda bijak bernama Radin Guna, seorang keturunan dari tokoh sakti Pagar Dewa. Ia dikenal sebagai penjaga alam dan pemimpin muda yang mencintai tanah kelahirannya.

  Melihat penderitaan rakyatnya, Radin Guna memutuskan untuk mencari petunjuk dengan cara bertapa di puncak bukit yang kini disebut Gunung Batu. Ia bersemedi selama tujuh hari tujuh malam tanpa makan dan minum, menyerahkan diri sepenuhnya pada kekuatan alam dan Sang Pencipta. Pada malam terakhir pertapaannya, langit tiba-tiba bersinar terang oleh cahaya petir, dan terdengar suara dari balik awan yang menggema di seluruh penjuru desa.

“Barang siapa menjaga alam, maka alam akan menjaganya. Batu ini akan menjadi saksi bisu sumpahmu, Radin Guna.”

  Keesokan harinya, Radin Guna menghilang tanpa jejak. Di tempat terakhir ia duduk bersila, berdirilah batu raksasa yang tidak pernah goyah, meski diterjang hujan dan angin ribut. Warga percaya, batu tersebut adalah perwujudan dari kekuatan dan janji Radin Guna sebuah pengorbanan abadi untuk menjaga keseimbangan alam.

  Seiring berjalannya waktu, masyarakat menjadikan Gunung Batu sebagai tempat ziarah dan perenungan. Banyak orang datang untuk mencari ketenangan jiwa, bahkan ada yang mengaku mendengar bisikan halus dari dalam batu, seolah Radin Guna masih menjaga tanah kelahirannya dari dimensi yang tak kasat mata.

  Kini, Gunung Batu Tanjung Bintang telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam dan edukasi di Lampung Selatan. Keindahan alamnya yang asri dan pemandangan dari puncaknya menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah. Jalur pendakian yang tidak terlalu terjal membuatnya cocok untuk keluarga maupun pecinta alam pemula. Di sekitar lokasi, warga menyediakan area istirahat, warung kecil, dan spot foto yang mengangkat unsur budaya lokal.

  Meski telah menjadi tempat wisata, masyarakat tetap menjaga kesakralan tempat ini. Setiap pengunjung dihimbau untuk menjaga kebersihan dan kesopanan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur. Gunung Batu bukan hanya peninggalan geologis, tetapi simbol spiritual dan identitas budaya yang mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam satu tempat yang penuh makna.(*)

Oleh  Al Zahira Nurany Maldinov