Serunya Belajar Bilangan Berpangkat: Mahasiswa Unnes LANTIP 5 Hadirkan Modul Ajar Berbasis Deep Learning Dilengkapi LKPD dan Asesmen Menarik, serta Kuis Interaktif melalui Wayground untuk Siswa-Siswi SMP Negeri 3 Semarang

Semarang, 12 Agustus 2025 – Proses belajar Matematika kini semakin seru dan interaktif. Mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang tergabung dalam tim PPL LANTIP 5 menghadirkan sebuah inovasi berupa modul ajar Matematika kelas VIII Fase D dengan pendekatan Deep Learning. Modul ini fokus pada materi sifat-sifat bilangan berpangkat dan telah diterapkan langsung dalam pembelajaran di SMP Negeri 3 Semarang.

Kehadiran modul ajar ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan zaman, sekaligus menjawab tantangan guru dalam menyajikan materi Matematika dengan cara yang menyenangkan.

Pendekatan Deep Learning dalam konteks pendidikan dimaknai sebagai upaya untuk mendorong siswa memahami konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal rumus. Melalui modul ini, siswa diajak aktif menemukan pola sifat bilangan berpangkat, mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, hingga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut pada permasalahan baru.

Modul ajar tersebut tidak hanya menyajikan materi secara runtut, tetapi juga dilengkapi dengan asesmen awal, asesmen proses dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menarik, hingga asesmen akhir melalui kuis interaktif berbasis aplikasi Wayground. Untuk memperkuat pemahaman, modul ini juga memuat tugas tindak lanjut yang dapat dikerjakan siswa di luar jam pelajaran. Guru Matematika SMP Negeri 3 Semarang menyambut positif inovasi ini. “Siswa terlihat lebih antusias karena belajar tidak hanya dengan buku dan soal, tetapi juga lewat LKPD menarik dan kuis interaktif. Konsep yang biasanya terasa sulit bisa dipahami dengan cara yang lebih menyenangkan,” ungkapnya.

Tidak hanya memberi manfaat bagi siswa, pengembangan modul ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa PPL LANTIP 5. Mereka belajar langsung bagaimana merancang perangkat ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa di sekolah, mengelola kelas secara kreatif, sekaligus menghadirkan pembelajaran yang sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Dengan hadirnya modul ajar ini, mahasiswa UNNES LANTIP 5 membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, dan relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pendidik lain untuk terus berkreasi, sehingga matematika bukan lagi momok menakutkan, melainkan jembatan menuju cara berpikir logis, kritis, dan penuh rasa ingin tahu.