
Mahasiswa Giat 12 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kelas Sastra di SDN 01 Linggo, Desa Linggoasri, Kabupaten Kajen, Kota Pekalongan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/7) ini ditujukan untuk siswa kelas II dan kelas IV dengan fokus utama pada pembelajaran drama sebagai sarana berekspresi dan melatih keberanian anak-anak.
Program ini berawal dari potensi anak-anak SDN 01 Linggo memiliki ketertarikan yang cukup tinggi terhadap drama dan dukungan dari guru.
“Pokoknya anak-anak sini yang paling seneng itu ya sastra drama,” ungkap Pak Fauzan wali kelas lV
Beliau juga menilai bahwa drama bukan hanya hiburan semata, tetapi juga wadah positif untuk mengasah ekspresi, melatih kerja sama, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Giat 12 UNNES Desa Linggoasri kemudian merancang kelas sastra dengan tema utama drama.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama siswa kelas IV yang dimulai dengan menonton drama bersama. Melalui tayangan tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar drama, mulai dari pengertian, jenis, hingga tujuan drama. Setelah itu, mahasiswa memberikan tips mengenai cara memerankan tokoh dalam drama, seperti mengatur intonasi suara, menampilkan ekspresi wajah sesuai karakter, serta penggunaan gerak tubuh.

Para siswa kelas IV terlihat antusias menyimak materi yang disampaika. Mereka juga mencoba memerankan berbagai ekspresi, seperti marah, sedih, dan senang yang ditampilkan di depan teman-teman, serta menebak penokohan, ataupun alur pada drama yang ditonton.
Sementara itu, untuk kelas II, kegiatan Kelas Sastra dilaksanakan dengan pelatihan rutin setiap satu minggu sekali menjelang pentas seni yang akan digelar pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025. Dalam latihan tersebut, mahasiswa mendampingi siswa untuk berlatih peran, menyesuaikan intonasi, dan memilih ekspresi yang dapat mendukung pertunjukan. Mahasiswa Giat 12 UNNES Desa Linggoasri menegaskan bahwa program kerja ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya memberikan pendidikan sastra yang menyenangkan dan mudah diterima anak-anak.
“Kami ingin siswa menganggap bahwa sastra menyenangkan dan dapat dihasilkan oleh siapa saja. Salah-satunya sastra drama yang menarik sehingga anak-anak bisa belajar untuk berani dan percaya diri dalam mengungkapkan ekspresi serta meningkatkan kreativitas sejak dini,” ujar Nyar selaku penanggung jawab program kerja Kelas Satra.
Melalui program ini, diharapkan siswa SDN 01 Linggo dapat lebih memahami pentingnya melestarikan sastra, misalnya dimulai dengan seni drama sekaligus menjadikannya sebagai wadah menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri terutama dalam mengungkapkan ekspresi.