Perkuat Mitigasi Bencana, Mahasiswa KKN UNNES dan BPBD Kendal Hidupkan Kembali Destana di Desa Ngesrepbalong

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, mahasiswa KKN UNNES Giat 12 bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mengadakan reorganisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) dan pelatihan pertolongan pertama. Kegiatan ini berlangsung pada Senin 25 Agustus 2025 di Balai Desa Ngesrepbalong.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, BPD, PKK, Banser, Ketua RT dan RW, kepala dusun, bidan desa, Linmas, karang taruna, kelompok tani, hingga Babinkamtibmas. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghidupkan kembali Destana sebagai wadah mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.

Mahasiswa KKN UNNES berperan sebagai fasilitator dalam menghidupkan kembali Destana Ngesrepbalong, yang sebelumnya sempat terbentuk tetapi tidak aktif sejak tahun 2022. Dengan dukungan BPBD Kendal, reorganisasi ini menghasilkan forum baru bernama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang berfungsi sebagai langkah awal menuju terwujudnya Desa Tangguh Bencana.

Di Desa Ngesrepbalong memiliki potensi ancaman bencana seperti tanah longsor, angin kencang, kebakaran, hingga perburuan liar yang berisiko bagi keselamatan warga. Karena itu, keberadaan Destana menjadi sangat penting sebagai bentuk kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman tersebut.

Selain reorganisasi, BPBD Kendal juga memberikan materi mengenai manajemen kebencanaan serta pelatihan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Warga dilatih langsung oleh tim BPBD agar mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana maupun kecelakaan di lingkungan sekitar.

Setelah sesi pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan baru Destana beserta relawan. Proses ini berjalan lancar dengan partisipasi aktif peserta yang antusias untuk kembali menghidupkan forum kebencanaan di desanya.

Program Destana merupakan agenda wajib dari Pusat Pengambangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES yang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah. Mahasiswa KKN diberi tugas khusus untuk membantu desa agar lebih tanggap dan tangguh terhadap potensi bencana.

“Dengan adanya reorganisasi ini, kami berharap Desa Ngesrepbalong dapat lebih siap menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi. Antusiasme warga sangat tinggi, dan ini menjadi modal besar untuk membangun desa yang tangguh,” ujar Turkhamun, ketua relawan Destana terpilih

Berkat sinergi antara mahasiswa UNNES, BPBD Kendal, dan partisipasi aktif warga, Destana Ngesrepbalong kini kembali aktif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran strategis mahasiswa dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mewujudkan mitigasi bencana yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Kontributor: Rifda Nabila