Dua Gadis dengan Cerita yang Hampir Sama

Legenda Timun Mas tentunya sudah sangat familiar di telinga kebanyakan masyarakat. Cerita rakyat yang memiliki sebuah pesan moral ini sangat digemari karena memiliki alur yang menarik serta mudah dipahami. Dimana dalam cerita ini menceritakan Mbok rondo yang hidup di sebuah desa yang subur dan damai. Ia hidup sendiri dan sangat ingin memiliki anak. Setiap malam, ia berdoa agar diberi seorang anak yang bisa menemaninya di masa tua.

Suatu hari, datanglah raksasa dari hutan. Raksasa itu berkata akan memberikan Mbok Rondo seorang anak, asalkan Mbok Rondo berjanji akan menyerahkan anak tersebut kepadanya saat sudah besar. Karena Mbok Rondo Sangat ingin memiliki anak, tanpa pikir panjang Mbok Rondo pun setuju.

Beberapa hari kemudian raksasa memenuhi perkataan nya dengan datang kembali menemui Mbok Rondo dan memberikan biji timun besar dan menyuruh Mbok Rondo menanamnya. Dari biji timun yang ditanam tersebut tumbuhlah timun yang sangat besar, dan ketika dibelah, ternyata didalamnya ada seorang bayi cantik. Dan bayi tersebut di beri nama Timun Mas.

Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang baik, rajin, dan cantik. Namun, Mbok Rondo selalu gelisah karena tahu suatu hari raksasa akan datang menagih janji. Saat Timun Mas beranjak remaja, raksasa benar-benar datang untuk mengambilnya. Dengan hati sedih, Mbok Rondo memberikan beberapa benda ajaib kepada Timun Mas: biji mentimun, jarum, garam, dan terasi , untuk melindungi diri dari raksasa. Timun Mas pun berlari dengan tenaga sambil raksasa mengejarnya.

Setiap kali raksasa mendekat, Timun Mas melemparkan satu benda ajaib. Dari biji mentimun tumbuh hutan mentimun yang lebat, dari jarum muncul hutan bambu runcing, dari garam muncul laut luas, dan dari terasi muncul lumpur panas yang menelan sang raksasa.

Raksasa pun akhirnya tenggelam dan lenyap. Timun Mas kembali ke rumah dengan selamat. Mbok Rondo sangat bahagia karena akhirnya bisa hidup tenang bersama anak yang selama ini ia cintai. 

Begitulah cerita singkat tentang Mbok Rondo dan Timun Mas serta Raksasa yang datang untuk menagih janjinya. Pesan moral yang saya dapat dalam cerita tersebut adalah, segala sesuatu yang akan dilakukan seperti mengambil keputusan harus dipikirkan dengan baik apa konsekuensi yang akan didapat setelah mengambil keputusan tersebut, apalagi bila mengucapkan sebuah janji.

Nah di samping cerita Timun Mas, tersebut ada sebuah cerita yang alur ceritanya hampir mirip dengan cerita legenda Timun Mas yaitu cerita Kisah Rapunzel. Dimana Rapunzel dan Timun Mas sama-sama di besarkan oleh seseorang yang bukan orang tua kandung nya. Namun berbeda dengan Timun Mas yang mendapatkan cinta tulus dari ibu yang merawatnya, rapunzel dibesarkan oleh penyihir yang hanya memanfaatkannya. Hanya karena rambut rapunzel yang bercahaya ketika dia bernyanyi akan membuat penyihir jahat tersebut awet muda, Rapunzel dikurung di atas menara dan dilarang untuk turun bahkan sampai dia dewasa. 

Lalu kenapa rambut Rapunzel bisa bercahaya? Itu disebabkan oleh sayur yang di makan oleh ibu nya ketika Rapunzel masih berada di dalam kandungan. Karena kasihan melihat istrinya yang terus sakit, sang suami nekat menambah pagar dan mengambil sedikit rapunzel. Namun, ia tertangkap oleh penyihir.

Penyihir itu marah besar, tapi akhirnya mau memaafkan kedua nya dengan syarat, bayi yang akan lahir harus di serahkan kepadanya. Namun keduanya menolak dan mengusir penyihir tersebut serta memperkuat penjagaan yang ada di istana. Saat bayi itu lahir, penyihir dengan nekat menculiknya dan membawa bayi tersebut ke sebuah menara yang berada di tengah hutan. Rapunzel tumbuh Menjadi gadis cantik denga rambut emas yang sangat panjang dan indah.

Setiap kali ingin masuk ke menara, penyihir akan berteriak: “Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu!”Rapunzel pun menurunkan rambut dari jendela, dan menyalakannya ke atas.

Suatu hari, seorang pangeran lewat dan mendengar suara Rapunzel bernyanyi. Ia terpesona, lalu diam-diam memperhatikan bagaimana penyihir naik ke menara. Setelah penyihir pergi, pangeran menirukan dan berteriak, “Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu!”. Rapunzel pun menurunkan rambutnya, dan pangeran berhasil naik. Mereka berdua jatuh cinta. Setiap hari pangeran datang diam-diam membawa makanan dan rencana untuk memerdekakannya.

Namun, akhirnya penyihir mengetahui hal itu. Dengan marah, ia memotong rambut Rapunzel dan mengusirnya ke hutan. Ketika pangeran datang, penyihir menggunakan rambut palsu itu untuk memikatnya. Pangeran pun jatuh dari menara dan menjadi buta.

Selama bertahun-tahun, pangeran berkelana mencari Rapunzel. Hingga suatu hari, dia mendengar nyanyian yang sangat familiar di hutan. Ternyata itu suara Rapunzel! Saat mereka bertemu, air mata Rapunzel jatuh di mata sang pangeran dan menyembuhkan kebutaannya. Akhirnya mereka kembali ke kerajaan dan hidup bahagia selamanya.

Begitulah Kisah dari Rapunzel. Cerita Timun Mas dan Rapunzel memiliki ending yang sama yaitu Happy Ending. Dan tentunya kisah Rapunzel juga memiliki pesan moral yang dapat diambil yaitu, Cinta sejati, kesetiaan, dan keberanian dapat mengalahkan kejahatan dan membawa kebahagiaan sejati.

Oleh Meivita Ika Prasetiya