Judul: Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis
Sutradara: Reka Wijaya
Pemain Film: Prilly Latuconsina, Dikta Wicaksono, Surya Saputra, Dominique Sanda, Widi Mulia, Gracia JKT48, Antonio Blanco Jr., Kristo Immanuel, dan Ummi Quary
Durasi: 102 menit
Tanggal Rilis: 17 Oktober 2024
- Orientasi
Sebuah film yang mengangkat tema kesehatan mental dengan judul “Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis” rilis pada tahun 2024 dengan Reka Wijaya sebagai sutradaranya dan diproduksi oleh Sinemaku Pictures dengan durasi waktu 102 menit
- Sinopsis
Ada sebuah rumah yang berisi keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah,ibu dan anak perempuannya. Sang ayah memiliki sifat temperamental, yang selalu marah-marah dan meluapkan emosinya kepada sang ibu dan anaknya (Tari). Tari lama kelamaan tersiksa batinnya karena mempunya ayah yang kasar, dan pada akhirnya dia pun mempunyai luka batin yang selalu dipendam dan tidak pernah diungkapkan, lalu Tari bergabung dalam sebuah keloompok komunitas yang menjadi sebuah tempat aman bagi orang-orang yang mempunyai tekanan mental. Film ini tidak hanya menceritakan hubungan dalam keluarga, tetapi juga menceritakan bagaimana trauma masa kecil bisa mempengaruhi kehidupan seseorang hingga dewasa.
Di tengah segala keterpurukan, muncul seorang bernama Baskara, pria yang memiliki masalah serupa dengan Tari. Seiring berjalannya cerita, penonton juga ikut merasakan rasa sakit dan perjuangan yang dialami oleh Tari selama proses penyembuhan. Juga dengan dukungan dari Baskara, mereka bersama-sama mencoba mencari jalan keluar dari masa lalu yang terus menghantui mereka.
Salah satu hal yang paling menarik dari film ini ialah mampu mengajak penonton ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Tari, yaitu trauma masa kecil akibat kekerasan yang dilakukan ayahnya. Seorang ibu yang menjadi korban dalam keluarganya dan Tari lah yang melindungi sang ibu. Beban batin yang ditampilkan dalam film ini terasa sangat nyata dan mampu membuat penonton merasakan beban yang dirasakan oleh karakter utama.
- Analisis
Film ini tidak hanya memperlihatkan tentang seseorang yang mengalami gangguan mental, tetapi juga menyalurkan pesan-pesan mendalam tentang trauma dan pentingnya dukungan sosial dari orang-orang sekitar.
- Evaluasi
Menurut saya film ini dapat membuat seseorang yang menontonnya ikut terbawa emosi hingga menangis. Melalui perkataan dan perbuatan yang ditampilkan, film ini dapat menyampaikan pesan bahwa kesehatan mental adalah sesuatu yang harus dijaga dan bagian yang harus dipahami serta diterima. Selain itu, akting para pemain yang sangat natural mampu membuat seseorang yang menontonnya ikut merasakan apa yang mereka rasakan tersebut. Ditambah juga dengan musik yang mendukung suasana emosional dalam film ini.
Kekurangan dalam film ini yakni narasi dalam film masih terpotong-potong, seperti kisah Baskara yang tidak diceritakan secara mendalam. Kemudian ending dari film yang tidak memberi penjelasan bagaimana tentang nasib keluarga Tari, hanya menampilkan bahwa ayah dan ibunya bercerai, namun tidak ditampilkan bagaimana akhirnya mereka menjalani kehidupan setelah itu. Sehingga penonton harus manyimpulkan sendiri akhir cerita dari film tersebut.
MELISA SEPTIANA