Kalian pernah nggak menulis buku harian? Atau paling nggak tahu tentang apa itu menulis buku harian? Jadi, menulis buku harian adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menuangkan semua isi yang ada di pikiran kamu, entah pengalaman yang menyenangkan maupun sebaliknya, bahkan sebuah hal random yang terlintas di pikiranmu sekalipun. Tak harus setiap hari juga kok nulisnya, pokoknya menulis buku harian tuh sesederhana itu dan sesuka hati kamu.
Nah, pada era yang sudah serbacanggih ini, pastinya menulis buku harian itu bisa dilakukan melalui platform digital aja, kayak di HP misalnya. Tapi, nyatanya masih banyak loh orang-orang yang menulis buku harian secara manual pada era digital sekarang ini, pakai media buku.
Mungkin kalian bakal mikir “Ngapain susah-susah buat manual kalo udah bisa pakai aplikasi digital di HP?” Ya… alasannya karena menulis buku harian secara manual itu punya keistimewaannya tersendiri loh! Dibandingin pakai HP, dengan kalian menulis buku harian secara manual, kalian gak akan kena distraksi notifikasi dari HP, sekaligus jadi salah satu cara buat ngurangin screen time penggunaan HP kalian juga. Selain itu, menulis buku harian secara manual itu seru banget loh! Kalian bisa mengembangkan kreativitas dengan menghias tulisan/buku dengan menempelkan stiker, washi tape, sticky notes, bahkan sebuah sampah sekalipun. Seperti kertas bekas, plastik kemasan, struk belanja, tiket bioskop. Nah, nama buku harian yang menempelkan sampah di dalamnya ini biasanya disebut sebagai “Junk Journal”.
Kalian pengin tahu nggak sih, sebenarnya manfaat dari menulis buku harian secara manual ini apa aja? Nah, manfaatnya antara lain sebagai berikut:
- Memproses Emosi
Menurut berbagai penelitian, menulis buku harian/journaling dinyatakan bisa digunakan untuk meluapkan emosi, karena seseorang bisa bebas mengekspresikan dirinya melalui tulisannya.
- Meningkatkan Mood
Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang yang melakukan journaling/menulis buku harian, mengalami penurunan tekanan mental dan kecemasan. Selain itu, menurut Tugade & Fredrickson (2004), menulis buku harian/journaling ini bisa menumbuhkan kebahagiaan dan rasa syukur. Dengan begitu, seseorang bisa merefleksikan pengalaman yang dialami, baik pengalaman senang maupun sulit. Sehingga bisa menjadikan pengalaman tersebut sebagai suatu pembelajaran untuk ke depannya.
- Meningkatkan Kreativitas
Dalam menulis buku harian ini, kreativitas seseorang akan berkembang. Karena, seseorang bebas menghias buku hariannya dengan berbagai hiasan. Seperti stiker, washi tape, sticky notes, alat warna, dan lain sebagainya. Referensi dalam menulis buku harian juga sangat banyak, bisa didapatkan pula lewat aplikasi digital seperti IG, Pinterest, Tiktok, atau bahkan dari ide diri sendiri. Oleh karena itulah, menulis buku harian bisa meningkatkan kreativitas seseorang.
Dari manfaat menulis buku harian tersebut, tentunya kalian akan bertanya-tanya, “Lantas, apa perbedaan menulis jurnal secara manual dan digital? Apa kelebihan dan kekurangannya?” Nah, ternyata, menulis buku harian secara manual maupun digital memiliki perbedaan, kelebihan maupun kekurangannya masing-masing nih, diantaranya:
- Menulis Buku Harian Secara Manual
Menulis buku harian secara manual dengan menggunakan media buku akan membuat seseorang dapat menulis seakan-akan berbicara dengan dirinya sendiri, tentunya terlihat sangat seru bukan? Intinya seseorang bisa menyimpan sesuatu tanpa harus takut kehilangan, karena buku yang digunakan disimpan secara fisik. Namun, kekurangan dari menulis jurnal secara manual ini adalah bisa menguras tenaga karena harus menulis, apalagi jika menulis dalam jumlah yang banyak. Selain itu, pasti akan ada kertas yang terbuang, entah dari kertas yang ditulis atau kertas yang dijadikan sebagai hiasan. Serta privasi yang bisa saja terbongkar, apabila buku harian tidak disimpan dengan baik dan aman.
- Menulis Buku Harian Secara Digital
Nah, menulis buku harian secara digital pastinya akan mempersingkat waktu, sehingga waktu yang dihabiskan untuk menulis bisa lebih efektif dan efisien. Jika ada kesalahan bisa diedit, menambahkan hiasan pun mudah tinggal cari lewat internet. Akan tetapi, kekurangan dari menulis buku harian secara digital adalah tidak bisa membuat seseorang untuk tidak bergantung dengan HP, dokumen bisa saja terhapus secara tiba-tiba jika tidak disimpan dengan baik, dan kurang terasa kesan menulisnya karena menggunakan media digital.
Jika ditanya mana metode yang paling baik diantara 2 metode tersebut, itu tergantung dari pilihan kalian. Tergantung lebih nyaman menggunakan metode yang mana, karena dengan metode manapun, kalian tetap bisa menulis buku harian dengan kreativitas diri kalian sendiri.
Jadi, menulis buku harian secara manual pada era digital seperti sekarang masih bisa dilakukan dan tak ada salahnya, karena hal tersebut punya keistimewaannya sendiri. Apabila menggunakan metode digital pun tak masalah, karena lebih praktis dan dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
Sekarang pertanyaannya, kamu menulis buku harian secara manual atau digital nih? Atau dua-duanya? Pokoknya apa pun pilihan metodenya, teruslah menulis, nikmati prosesnya dan cintai hasilnya, ya.(*)
Oleh Katarina Audya Pasha Setya Pramana