Konsumsi Sorgum sebagai Bagian Flat Based Diets

Plant based diets merupakan salah satu jenis diet yang sedang banyak di gemari, khususnya pada kalangan gen z. Kegemukan menjadi salah satu pendorong terbesar trend diet ini mulai banyak di gemari, mereka beralasan bahwa kegemukan bukan hanya sebagai bentuk insecurity semata akan tetapi juga sebagai penanda bahwa tubuh tidak dalam kondisi baik. 

Plant based diets berfokus pada konsumi protein nabati sebagai pemenuhan kebutuhan. Walau pun demikian, jenis diet ini juga masih mempunyai batas konsumsi bahan pangan hewani namun tetap pada batas yang sangat sedikit. 

Hanya berfokus pada bahan pangan nabati, tentunya membuat sebagian pelaksana diet ini menjadi bosan dengan menu yang tidak variatif. Walau pun sebenarnya ada banyak sekali inovasi yang sering bermunculan pada tayangan media sosial terutama pada platform tiktok. Sorgum adalah salah satu dari inovasi yang mulai di kembangan pada khalayak ramai. Perlu diketahui, bahwa sorgum merupakan  tanaman serealia selain padi dan jagung yang telah lama dibudidayakan masyarakat lokal. Tanaman ini di kenal akan kandungannya yang rendah lemak ( hanya sebesar 0,19% lemak ) tak hanya itu, sorgum juga mengandung protein sebesar 10,11%, karbohidrat 86,73%, pati 68,97%, dan tanin sebesar 9,43 mg/g. Kandungan ini memungkinkan pemenuhan kebutuhan harian bagi pelaksana plant based diets sekaligus menjadi variasi menu rendah lemak dan bebas gluten. 

Salah satu pengguna tiktok bernama Dennis dengan nama akun @naktekpang sering membagikan pengalamannya pada saat mengolah sorgum menjadi berbagai jenis inovasi masakan. Dalam salah satu video dia menjelaskan bagaimana sorgum bisa ia ubah menjadi nasi goreng, lontong, bahkan campuran pada nasi biasa. Hal ini dapat menjadi solusi terutama untuk pengganti beras yang memiliki lebih banyak kandungan gula, sehingga menurunkan resiko penyakit lain terutama diabetes. Selain itu, tepung sorgum juga dapat di gunakan sebagai pengganti tepung gandum dalam berbagai olahan seperti pasta atau bahkan kue kering dan brownies panggang. Dalam kenyataanya tepung sorgum memang mulai banyak di gemari dan sering muncul pada resep diet yang sering dibagikan di internet. 

Dengan demikian kita dapat mengetahui potensi pada tanaman sorgum, yang bukan hanya menjadi alternatif pangan namun juga sebagai bentuk peningkatan konsumsi akibat adanya inovasi kreatif di masyarakat. Diharapkan dengan adanya perkembangan teknologi pada berbagai bidang, kita dapat mencapai berbagai hal sekaligus. Mulai dari budaya hidup sehat, pengembangan ekonomi kreatif, serta mewujudkan alternatif pangan guna mendukung beragamnya sumber pangan terutama di Indonesia. 

Oleh Dewi Harnum Anastasya Eka Putri