Menikmati Olahan Laut di Pantai Tanjung Tinggi

Oleh Ferdiansyah

Pantai Tanjung Tinggi terletak di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung merupakan salah satu pantai yang terkenal di pulau Belitung. Pantai ini memiliki susunan formasi batu granit yang terlihat gagah dan sekaligus menjadi magnet bagi siapa pun untuk datang ke sini. Selain itu, pasir pantainya yang berwarna putih ditambah dengan lautnya yang biru dan tenang sangat memanjakan mata bagi orang yang datang.

Di samping pantainya yang indah, Pantai Tanjung Tinggi juga menawarkan kepada kita kesempatan untuk melihat keindahan terumbu karang yang berada di sepanjang pantai. Tidak jarang banyak orang yang datang dari seberang negeri hanya untuk dapat melihat terumbu karang. Warna terumbu karang yang menarik untuk dipandang dengan ikan-ikan yang menari mengelilinginya.

Pantai Tanjung Tinggi juga menawarkan berbagai hidangan untuk menghilangkan lapar bagi para wisatawan. Hidangan yang disajikan tidak jauh dari olahan seafood, seperti Gangan, yaitu olahan ikan kuah kuning yang kemudian dicampur dengan nanas muda sehingga memiliki rasa asam-pedas. Ada juga ikan panggang dan cumi-cumi. 

Selain itu, Pantai Tanjung Tinggi menjadi terkenal karena menjadi lokasi syuting film “Laskar Pelangi” pada tahun 2008 silam. Berkat kepopuleran film tersebut, pantai Tanjung Tinggi menjadi terkenal di kalangan orang-orang. Sehingga tak jarang para wisatawan luar menyebut pantai Tanjung Tinggi dengan sebutan “Pantai Laskar Pelangi”. Membuat pulau Belitung memiliki julukan “ Negeri Laskar Pelangi”

Penulis sendiri, sebagai masyarakat Pulau Belitung, sangat senang bila diajak orang tua untuk datang ke pantai ini pada liburan Lebaran. Pantainya yang tenang dan air lautnya yang bersih menjadikan pantai ini sebagai salah satu pantai yang saya sendiri sukai. Banyak hiburan yang tersedia di sini. Ada kacamata renang untuk melihat terumbu karang dan sewa pelampung yang menjadi kesukaan penulis karena waktu itu belum bisa berenang.

Setelah melakukan aktivitas di pantai, waktu sudah menunjukkan waktu makan siang. Waktunya untuk menikmati olahan makanan seafood yang berada di warung sekitar pantai Tanjung Tinggi. Di antara olahan seafood yang saya gemari adalah cumi tepung dengan cah kangkung. Bayangkan saya kenikmatan yang saya dapati dengan makan makanan yang enak dan disambut dengan kenampakan pantai Tanjung Tinggi yang indah dengan alunan angin sepoi-sepoi, sungguh memanjakan diri sendiri.

Pantai Tanjung Tinggi bukan sekadar pantai biasa bagi penulis, melainkan tempat yang sudah menemani dari kecil hingga beranjak dewasa. Pantai ini menemai dari TK hingga perguruan tinggi. Banyak kenangan yang dapat didapati di sini, dari sekadar berkumpul dengan keluarga, teman, ataupun saat sedang sedih. Di antara yang paling berkesan adalah saat liburan dengan orang tua saat saya sendiri berumur 5 tahun. Pantai ini menjadi tempat kenangan sendiri bagi penulis dan tempat spesial.

Saat dewasa ini, pantai Tanjung Tinggi menjadi tempat camping penulis dengan teman-temannya. Momen canda tawa dan kebersamaan dengan teman menjadi salah satu momen  yang tidak akan bisa dilupakan penulis. Keindahan pantai Tanjung Tinggi saat malam hari serasa disambut oleh bintang-bintang yang menyinari dari kejauhan. Aroma kayu bakar yang menjadi tempat untuk menghangatkan tubuh ketika malam hari dan menjadi tempat canda bersama-sama teman merupakan hal yang mungkin di lain waktu tidak akan bisa diulangi. Mengingat umur yang sudah bertambah dan tuntunan kehidupan.

Di saat umur sudah bertambah, penulis merasa Tanjung Tinggi adalah tempat yang sangat spesial dan akan terus dikenang. Saat datang ke pantai ini, pundak dan pikiran serasa lebih ringan dan melupakan sesaat kesibukan yang sedang dialami. Penulis sendiri merasakan tempat ini sebagai sebuah rumah yang menjadi tempat pelarian saat sedang merasa capek.

Kini, setiap kali saya menginjakkan kaki di pasir putihnya yang halus, ada rasa bangga yang menyelinap di hati sebagai putra daerah. Melihat bagaimana bongkahan batu granit raksasa itu tetap berdiri kokoh meski zaman terus berganti, seolah memberikan pesan bisu kepada saya untuk tetap kuat menghadapi tantangan hidup. Pantai ini bukan lagi sekadar destinasi wisata yang viral karena film, melainkan saksi bisu pertumbuhan karakter saya dari seorang anak kecil yang takut air hingga menjadi pribadi yang lebih berani mengeksplorasi luasnya dunia.

Kadang saya termenung di celah batu granit yang besar, memandangi garis cakrawala di mana langit dan laut seakan menyatu. Di momen seperti itu, saya menyadari betapa beruntungnya memiliki “rumah” seindah ini. Suasana sore di Tanjung Tinggi pun tak kalah magis.   Warna langit yang berubah menjadi jingga keemasan memberikan ketenangan yang sulit dicari di tengah hiruk-pikuk pekerjaan atau tugas kuliah. Rasanya, setiap sudut pantai ini punya cerita tersendiri yang tersimpan rapi dalam memori dan membuat siapa pun yang pulang dari sini akan selalu rindu untuk kembali.

Harapan saya, semoga Pantai Tanjung Tinggi tetap terjaga keasrian dan kebersihannya sampai kapan pun. Saya ingin kelak, ketika saya sudah memiliki keluarga kecil sendiri, saya bisa membawa mereka ke sini dan menceritakan kisah yang sama tentang indahnya gangan ikan, tentang serunya bermain pelampung, dan tentang bagaimana pantai ini menjadi tempat saya berpulang. Bagi saya, Tanjung Tinggi akan selalu menjadi bagian dari identitas diri, sebuah potongan surga di Negeri Laskar Pelangi yang takkan pernah pudar pesonanya dimakan waktu.(*)