| Judul Buku | : | Keajaiban Toko Kelontong Namiya |
| Penulis | : | Keigo Higashino |
| Penerbit | : | Gramedia Pustaka Utama |
| Tahun Terbit | : | 2012 |
| Alih Bahasa | : | Faira Ammadea |
| Jumlah Halaman | : | 400 halaman |
“Keajaiban Toko Kelontong Namiya” atau Namiya Zakkaten No Kiseki adalah sebuah novel karya Keigo Higashino , seorang penulis berkebangsaan Jepang yang terkenal dengan novel-novelnya yang bergenre misteri. Berbeda dengan karya Keigo Higashino lainnya yang mengambil genre horor-misteri, karya tulis terbitann tahun 2012 ini memuat genre fantasi yang sudah di terjemahkan dalam berbagai bahasa dan sukses menyandang gelar best seller.
Sinopsis:
Sesuai dengan judulnya, novel ini menceritakan tentang keajaiban dari sebuah toko kelontong kecil yang bernama Namiya. Kisah ini berawal dari 3 pemuda nakal yang bernama Atsuya, Kohei, dan Shota yang baru saja mencuri sebuah mobil lalu bersembunyi di sebuah toko kelontong tak berpenghuni. Keanehan mulai muncul saat mereka tiba di toko itu. Sekilas ketika mereka hendak memasuki toko, mereka melihat papan nama yang terpasang di depan toko, di situ tertulis nama toko itu “ Toko Kelontong Namiya” . Baru beberapa menit yang lalu mereka memasuki toko tersebut tiba-tiba sebuah surat muncul melalui pintu gulung toko, yang isinya adalah surat konsultasi dari seseorang. Merekapun terkejut dengan kemunculan surat tersebut, kemudian mereka mencoba mencari tahu informasi tentang Toko Kelontong Namiya melalui koran yang ada di salah satu rak lemari. Mereka menemukan sebuah fakta baryu tentang toko kelontong tersebut. Koran itu menjelaskan bahwa Toko Kelontong Namiya dulunya memang membuka sesi konsultasi via surat. Banyak orang-orang yang berkonsultasi kepada Kakek Namiya tentang masalah pribadi mereka dengan harapan mendapatkan solusi dari masalah yang mereka alami. Awalnya sesi konsultasi tersebut diramaikan oleh pesan yang ditulis oleh anak-anak yang tinggal disekitar toko, dan kebanyakan isinya hanya pertanyaan sepele dan terkesan gurauan namun Kakek Namiya tetap membalas surat-surat tersebut dengan serius dan sepenuh hati.
Waktu terus berjalan, kesehatan Kakek Namiya terus berkurang hingga tepat pada tanggal 13 September, Kakek Namiya tutup usia. Tepat di malam mereka bertiga bersembunyi di toko itu, peran mereka sebagai pengganti Kakek Namiya pun dimulai, dan tanpa sadar surat-surat itu membawa mereka berpetualang melintasi waktu, menggantikan peran Kakek Namiya memberikan nasihat tulus dan bijaksana kepada orang-orang yang meminta bantuan melalui surat yang dikirim ke toko kelontong tersebut. Hanya untuk satu malam sebelum sesi konsultasi via surat yang diadakan oleh Kakek Namiya benar-benar berakhir. Tak disangka saat fajar menjelang, hidup ketiga pemuda nakal yang kemudian menjadi sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.
Kelebihan :
- Setiap babnya mengandung pesan moral yang mendalam. Seperti kutipan yang ada dalam novel, yang bisa menjadi pembelajaran dikehidupan kita.
“ Sering kita merasa hidup itu penuh dengan pilihan yang salah. Tapi, Toko Kelontong Namiya mengajarkan bahwa setiap pilihan bahkan yang paling kecil sekalipun punya makna dan bisa mengubah takdir banyak orang. Memang jalan yang saya tempuh sampai hari ini tidak selalu mulus, hidup membuat saya yakin bahwa saya bisa mengatasi setiap penderitaan yang menyertainya”.
- Terdapat unsur realisme magis yang kuat. Pada setiap kalimatnya pembaca akan merasa seolah benar-benar menyaksikan setiap kejadian yang dialami tokoh. Pembaca diajak untuk ikut serta dalam perjalanan melintasi waktu bersama para tokoh dengan alur cerita dan waktu yang berbeda. Bagi pembaca yang suka membaca genre fiksi seperti novel ini hal seperti inilah yang mereka tunggu-tunggu dan menjadi daya tarik yang amat kuat bagi mereka.
- Menghadirkan karakter yang khas. Dalam novel ini, setiap tokoh memiliki keunikan karakter tersendiri yang membuat ceritanya semakin hidup. Dengan Namiya Yuji, sang pemilik toko, yang digambarkan memiliki sifat yang bijaksana, penuh empati, dan rela membantu orang lewat jawaban surat yang ia tulis. Kemudian ada Atsuya, Kohei, dan Shota. Dimulai dari Atsuya yang memiliki sifat keras kepala dan sinis, Kohei yang memiliki sifat tenang sekaligus bijak, sementara Shota yang penakut namun setia. Mereka bertiga Adalah tokoh penggerak alur utama.
- Menggunakan gaya bahasa yang sederhana namun filosofis.
Kekurangan :
- Pada bagian awal cerita agak membingungkan karena diceritakan dengan terputus-putus. Pergantian bab yang memuat cerita berbeda terkadang membuat pembaca kesulitan memahami arah alur.
- Beberapa bagian terasa lambat karena deskripsi yang cukup Panjang, sehingga pembaca yang menyukai alur cepat bisa cepat merasa bosan.
Komentar Keseluruhan :
Menurut pendapat saya, “ Keajaiban Toko Kelontong Namiya” adalah sebuah novel yang menyajikan keindahan kisah kehidupan melalui balutan misteri dan keajaiban. Novel ini mengajarkan saya banyak hal tentang berbagai pilihan hidup, mulai dari perjuangan, hingga arti memberi tanpa pamrih dan penuh effort. Walaupun novel ini tergolong novel yang sudah lama, isinya masih relevan dengan kehidupan masa kini. Novel ini banyak membahas tentang masalah yang pasti akan dilalui oleh sebagian besar anak muda sekaligus memberikan solusi yang akan membantu mereka untuk bisa menyelesaikan masalahnya dan mengambil langkah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari semuanya, karena menurut pandangan novel ini, setiap orang pasti sudah mempunyai jalan hidupnya masing-masing dan Tuhan memberi kita kesempatan yang begitu luas. Tinggal bagaimana cara kita untuk bisa menemukan jalan yang benar yang nantinya bisa membawa kita menuju kehidupan yang lebih baik dari sebelumya. Kuncinya hanya satu. Percayalah pada diri kita sendiri, yakinlah pada setiap langkah yang hendak kita ambil niscaya kita dengan mudah bisa menemukannya.
Dewi Yufliha Handayani