Oleh Nasya Khoirusyifa Setyo
Pagi hari yang cerah. Matahari menyinari setiap atap rumah warga. Burung berkicau dan berloncatan ke sana dan kemari. Terlihat dari taman bunga yang ada di kampungku terdapat bangunan yang sudah sangat tua: Stasiun Semarang NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg). Bisa dibilang, itu stasiun pertama di Indonesia.
Stasiun itu dulunya dibangun oleh perusahaan swasta Belanda Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. Pembangunan dimulai pada 17 Juni 1864 dan diresmikan pada 10 Agustus 1867 untuk jalur Semarang-Tanggung. Lokasi stasiun tersebut terdapat di kampung halamanku Kemijen, Semarang Timur.
Sedari aku kecil sampai sekarang, setiap hari aku bisa melihat stasiun yang ada di seberang sana. Namun sekarang stasiun itu sudah tidak lagi beroperasi untuk kereta api pengangkut orang karena telah dialihfungsikan menjadi stasiun khusus barang, atau yang banyak orang sebut sekarang ini adalah Stasiun Semarang Gudang. Untuk kereta yang mengangkut orang dipindahkan ke Stasiun Semarang Tawang pada 1 Juni 1914.
Dulu sewaktu masih SD aku bertanya pada ayahku mengenai rumah kosong itu kenapa tidak ada yang menempati. Ayah menjawab bahwa itu bukan rumah melainkan Stasiun Gudang yang sekarang tak lagi difungsikan.
Rasa penasaranku hilang seketika setelah mengetahui jawaban dari Ayah. Ternyata itu bukan rumah kosong melainkan dulunya Stasiun Semarang Gudang yang di mana sudah tidak beroperasi lagi akibat banjir rob dan penurunan tanah. Itu tahun 2008.
Walaupun memang sudah dipindahkan operasi layanan penumpang dari Stasiun Semarang NIS ke Stasiun Semarang Tawang, bangunan di Kemijen masih menjadi saksi pernah adanya stasiun pertama di Indonesia. Senang sekaligus bangga lahir di kampung halaman yang menjadi tempat bangunan stasiun pertama di Indonesia. Dan hampir setiap hari aku selalu bisa melihatnya.
Kalau orang tahu asal-usul bangunan Stasiun Semarang Gudang, boleh jadi mereka akan menghargai bangunan bersejarah tersebut. Aku sendiri tak pernah bosan memandangi stasiun lama itu. Betapapun juga Stasiun Semarang Gudang itu sudah menjadi memori yang indah dalam kenangan bersama teman-temanku semasa kecil. Aku hanya berharap banyak orang tahu sejarah stasiun itu. Itu karena kalau kita tahu informasi mengenai Stasiun Semarang Gudang itu, kita dapat membagikan kisah tersebut pada orang lain yang tidak tahu, dan kenangan akan terus terukir pada stasiun tersebut.(*)