Simfoni UNNES 2026 Hadirkan Workshop Musik untuk Siswa SMA, Lahirkan Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter

SEMARANG – Perayaan Hari Musik Dunia 2026 di UNNES tidak hanya dimeriahkan dengan pertunjukan orkestra kolaborasi keroncong-dangdut, tetapi juga dimaknai dengan kegiatan edukatif berupa Workshop Musik bagi siswa-siswi SMA se-Kota Semarang. Kegiatan yang digelar pada Minggu (21/6) di lingkungan Kampus UNNES Sekaran ini menjadi ajang pengembangan bakat dan karakter generasi muda melalui musik.

Workshop yang diikuti puluhan peserta ini memberikan pengalaman langsung tentang dasar-dasar bermain musik, teknik kolaborasi ensambel, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan pertunjukan musik. Para narasumber yang merupakan dosen, praktisi, dan musisi profesional membimbing peserta dengan pendekatan yang menyenangkan namun inspiratif.

“Kami ingin membuka ruang belajar yang tidak hanya mengasah keterampilan musikal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan keberanian berekspresi. Musik adalah media yang sangat efektif untuk pembentukan karakter generasi muda,” ujar salah satu penyelenggara.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan permainan musik secara berkelompok. Beberapa siswa bahkan berkesempatan tampil bersama dalam pertunjukan puncak Simfoni UNNES 2026, berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa dalam orkestra kolaborasi keroncong-dangdut.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UNNES, Prof. Dr. Ngabiyanto, M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan seni bagi generasi penerus bangsa.

“Musik adalah bahasa universal yang mengajarkan kita tentang kebersamaan, keindahan, dan kerja keras. Melalui workshop ini, kami berharap para siswa tidak hanya terampil bermusik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan memiliki kecintaan terhadap budaya Indonesia,” ujar Prof. Ngabiyanto.

Sementara itu, Dr. Abdul Rachman, S.Pd., M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Seni Musik FBS UNNES, menambahkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen UNNES dalam mengembangkan pendidikan seni yang inklusif dan aplikatif.

“Kami tidak hanya mencetak musisi, tetapi juga membangun generasi yang menghargai proses, berani berkarya, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa musik Indonesia terus hidup dan berkembang di tangan generasi muda,” pungkasnya.

Melalui Simfoni UNNES 2026, UNNES berharap dapat terus menginspirasi dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi seni, sekaligus memperkuat identitas bangsa di kancah global.