Ini adalah cerita pribadi aku dan sahabatku dari awal mula kami dekat di SMP hingga sekarang di perkuliahan. Aku Berasal dari Bekasi dan bersekolah menengah pertama di kota asalku.
Empat tahun telah berlalu sejak perpisahan kami di bangku SMP. Kala itu, aku dan sahabatku tetap saling mendukung, meski waktu dan jarak memisahkan. Hari ini, takdir mempertemukan kami kembali di tempat yang sangat baru, Universitas Negeri Semarang. Rasanya seperti waktu berhenti sejenak ketika pengumuman hasil seleksi masuk universitas diumumkan.
Kami pun mulai berkomunikasi kembali melalui pesan singkat, menanyakan kabar dan berbagi rasa cemas yang sama. Aku diterima di Universitas Negeri Semarang melalui jalur UTBK. Namun, sahabatku tidak lolos pada jalur yang sama. Perasaan sedih menyelimuti hatiku, mengingat betapa kerasnya ia berjuang selama ini. Meski begitu, ia tidak menyerah. Ia mencoba peruntungan melalui jalur mandiri, membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.
Hari pengumuman jalur mandiri tiba. Dan, ponselku berdering berkali-kali. Ketika aku membuka pesan, kulihat deretan pesan dari sahabatku, “Raysa, Alhamdulillah, aku lolos di UNNES.”
Seketika, perasaan haru, bahagia, dan bangga mengguncang dalam dadaku. Perjuangannya akhirnya terbayar lunas, dan kini kami akan menempuh perjalanan baru bersama di universitas yang sama.
Pertemuan ini menghidupkan kembali kenangan indah yang pernah kami lalui bersama di SMP. Kami sama-sama berasal dari Bekasi, dan kini merantau di Semarang. Kehadiran satu sama lain membuat kami tidak merasa kesepian di kota yang jauh dari rumah. Semarang menjadi saksi bisu persahabatan kami yang kembali bersemi.
Perpisahan di masa SMP memang menyisakan banyak cerita yang belum selesai. Namun, pertemuan kali ini membawa kehangatan dan kebahagiaan yang tak tergantikan. Kami berbagi cerita tentang perjalanan hidup masing-masing, tawa, air mata, dan impian yang dulu pernah kami rajut bersama. Setiap percakapan membawa kami semakin dekat, seolah tidak pernah ada jarak di antara kami.
Pertemanan kami semakin erat di sini. Ke mana pun pergi, kami selalu berusaha untuk bersama. Kami bahkan memutuskan untuk bergabung dalam organisasi yang sama di kampus, agar dapat terus mendukung satu sama lain dalam berbagai kegiatan. Kebersamaan ini membuat hari-hari di Semarang terasa lebih mudah dan menyenangkan.
Sahabat lama bukan hanya sekadar teman masa lalu, tetapi juga bagian dari jiwa yang selalu ada dalam hati. Pertemuan ini mengingatkan kami bahwa persahabatan sejati tak lekang oleh waktu dan jarak. Kami saling menguatkan, mengingatkan, dan menasihati satusama lain dalam menghadapi tantangan kehidupan perkuliahan.
Kini, kami berjanji untuk menjaga tali persahabatan ini agar tetap kuat dan abadi, seperti saat kami masih bersama di SMP. Kami percaya, kebersamaan ini akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Setiap langkah yang kami ambil, kami lakukan bersama, saling menopang dan memberi semangat.
Semarang menjadi tempat kami belajar, tumbuh, dan meraih mimpi bersama. Kota ini, yang awalnya terasa asing, kini menjadi rumah kedua berkat kehadiran sahabatku. Kami yakin, persahabatan ini akan membawa kami pada banyak pengalaman dan pelajaranhidupyang tak ternilai.
Perjalanan hidup memang penuh liku dan tantangan. Namun, bersamanyasegala kesulitan terasa lebih ringan. Kami akan terus menjaga persahabatan ini, karenakami percaya, persahabatan yang tulus adalah anugerah yang harus disyukuri dan dirawat sepanjang hayat. (*
Oleh Cut Raysa Dina